BREAKINGNEWS.CO.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membebaskan biaya pengobatan maupun perawatan terhadap korban tsunami Banten yang berada di RSUD Tarakan-Jakarta. Pembebasan biaya juga menyasar pada korban yang mengalami meninggal dunia.

“Ini kan kita suasana keluarga masih berduka jadi masih proses pemakaman nanti setelah itu dari rumah sakit akan memfasilitasi bantuan untjm korban-korban yang meninggal dari Pemprov,” ujar Direktur Utama RSUD Tarakan, Dian Ekowati saat dihubungi, Jakarta, Senin (24/12/2018).

Dian juga menyebut pihak RSUD Tarakan sudah memberangkatkan 21 dokter dan perawat ke lokasi pasca tsunami untuk membantu perawatan para korban yang mana sangat membutuhkan perawatan cepat.

Selain itu ada pengiriman mobil ambulans, gawat darurat dan mobil jenazah dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk memulangkan korban yang berasal dari Jakarta serta segala medis yang dibutuhkan dilokasi kejadian.

“Pagi tadi bersama kita 6 ambulans. Kemudian sore itu gelombang ke dua sekitar jam 17 diberangkatkan 5 ambulans.  Dan sampai tadi malam,  subuh ambulansnya terus mengevakuasi korban-korban dari lokasi kejadian dan dibawa ke rumah sakit tarakan. Terus berputar seperti itu, bolak balik ambulansnnya,” terangnya.

Berdasarkan informasi hingga sore ini korban di RSUDI Tarakan ada sebanyak 88 orang, 83 orang merupakan anggota Koperasi dan lima orang adalah pasien rujukan dari Pandeglang-Banten. Sementara untuk korban meninggal dunia tercatat ada 15 jenazah dan enam korban masih dinyatakan hilang