BREAKINGNEWS.CO.ID - Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman baru menyerap anggaran Rp10 miliar dari anggaran yang dimilikinnya yakni Rp400 miliar untuk menyediakan tempat pemakaman umum (TPU) warga DKI Jakarta.

Kepala Dinas Kehutanan, Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Djafar Muchlisin mengatakan sulitnya mencari lokasi TPU menyebabkan penyerapan anggaran masih sangat minim bahkan jauh dari yang ditargetkan.

“Rp400 m di luar yang untuk penetapan murni itu kita kesulitan untuk mencari pemakaman. Jadi belum terserap, baru sekitar Rp10 Miliar yang terserap untuk lahan pemakaman, kendalanya karena sulitnya lahan,” katanya di kantor DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jumat (14/8/2018).

Menurutnya, lahan untuk TPU tidak bisa asal karena harus memiliki satu hamparan dan lokasi strategis dijangkau oleh siapapun seperti TPU Karet Bivak, TPU Menteng Pulo, TPU Tanah Kusir dan TPU Pondok Kelapa.

Sementara berdasarkan hasil penelusuran, pihaknya sampai saat ini masih mendapati lokasi jauh seperti di Pondok Ranggon-Jakarta Timur dan Tegal Alur-Jakarta Barat. Namun hingga kini kedua lokasi itu belum juga mendapat persetujuan karena terkendalan dengan lokasi.

“Ini lokasinya dipinggiran, kurang strategis ini makanya kurang peminat,” ujar Djafar.

Sementara untuk kapasitas TPU yang sudah beroperasional selama ini hanya menyisakan waktu hingga dua tahun. Artinya sebelum dua tahun Pemprov DKI sudah harus mendapat lahan baru untuk dijadikan TPU. Melihat setiap satu bulannya warga Jakarta yang meninggal ada sebanyak 120 jenazah.

“Saat ini ketersediaan lahannya masih cukup, ya sekitar 2 tahunan lah. Tapi tergantung juga tingkat kematiannya,” imbuhnya.

Sebagai informasi, anggaran pembuatab TPU masuk ke dalam daftar pembelian lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada dalam APBD-Perubahan 2018 dan telah disetujui untuk ditambahkan hingga Rp400 Miliar. Rencananya, akhir tahun 2017 menargetkan ada 43,4 hektar lahan yang bisa dibebaskan untuk RTH termasuk pemakaman.