BREAKINGNEWS.CO.ID-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau Pemerintah Kota Bogor supaya cepat-cepat mencairkan dana hibah sebesar Rp10 miliar sebelum akhir tahun 2018 berakhir. Dana hibah itu diberikan Pemprov DKI melalui APBD tahun 2018 yang rencananya akan digunakan untuk perbaikan kolam retensi di Kelurahan Tanah Baru-Bogor.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bogor terkait himbauan tersebut. Diperkirakan Pemkot Bogor tengah melakukan proses pencairan.

“Dari Bappedanya sudah kita hubungi bahwa agar mereka melakukan proses pencairan. Saya punya bukti chat-nya kok tapi mungkin mereka masih proses pencairan, kata Kepala Biro Tata Pemerintahan DKI Jakarta Premi Lasari saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Premi menuturkan, dirinya sudah berkali-kali mengingatkan Pemkot Bogor untuk segera mencairkan dana hibah dan terakhir Pemprov DKI mengingatkan pada bulan Oktober lalu supaya segera melengkapi persyaratan agar dana bisa dicairkan.

Pemberitahuan pada Pemkot Bogor dianggap sangat penting mengingat terakhir pencairan dana hibah jatuh pada 15 Desember 2018. Artinya setelah rentang waktu tersebut terlewat maka dana hibah tersebut tidak bisa dicairkan dan tidak bisa diberikan pada Pemkot Bogor.

“Kami sudah menghubungi dari bulan Oktober, sudah kami ingatkan kembali. Kan SK-nya itu sudah cukup lama terakhir Oktober dan kami sampaikan supaya mereka melengkapi,” terang Premi.

Kolam retensi merupakan bagian pembangunan dari program normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berfungsi sebagai kolam resapan di saat hujan tiba. Kolam itu juga termasuk bagian penting bagi Pemprov DKI Jakarta mengingat pencegahan banjir.