BREAKINGNEWS.CO.ID - Pengurus Besar Masyarakat Cinta Masjid (PB MCM) menggelar doa dan tasyakuran atas terlaksananya pemilihan umum 2019 yang damai dan aman.

Ketua MCM, Wishnu Dewanto menyebut, syukuran ini digelar dalam rangka mewujudkan serta mengekspresikan rasa syukur kita atas lancarnya gelaran Pemilu 2019 pada 17 April 2019 lalu. "Selain itu syukuran ini bisa memberi efek agar semua pihak tidak berpikir kotor terkait kinerja KPU dalam pelaksanaan dan rekapitulasi hasil pemilu ini," jelasan Wishnu Dewanto di sela acara doa dan syukuran terlaksananya pemilu 2019 damai di MCM Center, jalan Widya Candra, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (28/4/2019). MCM mengingatkan agar masyarakat memberi kesempatan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan proses pemilu kali ini memenuhi unsur jujur dan adil (jurdil).

Wisnu menambahkan, syukuran serta doa ini menunjukkan bahwa tegaknya ideologi pancasila sebagai ideologi bangsa, ini adalah kemenangan bagi rakyat, rakyat masih sangat membutuhkan pancasila dan inilah yang harus kita harapkan dan bagi proses hasil pemilu, kita meminta semua pihak agar menahan diri untuk mengikuti proses dan ketentuan yang ada dengan cara-cara yang pancasilais, karena pancasila tidak hanya sebagai ideologi saja, akan tetapi pancasila sebagai sumber dari segala sumber. Wisnu berharap seluruh pihak menunggu hasil resmi KPU dan siapapun yang nantinya menang dapat membawa persatuan bangsa.

Wisnu meminta kepada para relawan Jokowi-Ma'ruf Amin, yang terdiri dari Relawan Kita Satu, Relawan Alumni UI, Relawan Alumni UGM, Relawan Alumni ITB, Relawan Alumni IPB, Relawan Alumni Pancasila, Relawan Alumni UBK, DPP Pemuda Bravo 5, Pemuda Pancasila DKI Jakarta, Relawan Alumni SMA Jakarta Bersatu, Relawan Pesepeda Bersatu, Relawan PROJOMAC, Perwakilan Khotib Jumat DKI, Relawan Air Crew for 01, dan Relawan 1st Voters, dapat membantu untuk menyudahi pemikiran kotor yang melemahkan KPU serta klaim-klaim yang menjerumuskan. "Biarkan KPU bekerja secara konstitusional agar menghasilkan sebuah keputusan yang konstitusional. Saat ini tidak ada yang namanya 01 atau 02, yang ada saat ini adalah 03 yaitu Persatuan Indonesia," terang Wisnu.