BREAKINGNEWS.CO.ID – Pemerintah Singapura menuntut perusahaan SRC Internasional Recruitment dengan 243 dakwaan setelah diduga menjual tenaga kerja asal Indonesia (TKI) secara online dalam sebuah situs belanja barang bekas, Carousell.

Kementerian Ketenagakerjaan Singapura, Jumat (5/10/2018) menuturkan karyawan SRC International Recruitment juga memikul tanggung jawab atas segala unggahan perusahaan dalam situs tersebut, termasuk juga 49 "iklan yang tidak sensitif." Penjualan TKI via daring ini pertama kali terungkap saat otoritas menemukan akun dengan nama @maid.recruitment mengunggah beberapa profil pekerja domestik asal Indonesia. Beberapa profil TKI tersebut bahkan juga sudah diberi tanda laku terjual.

Iklan tersebut memicu kemarahan pemerintah Indonesia dan juga sejumlah kelompok pemerhati hak pekerja migran. Lembaga swadaya masyarakat Migrant Care bahkan menyebut mekanisme tersebut sebagai langkah yang "tidak adil serta merendahkan" para pekerja.

Singapura berjanji mengusut tuntas kasus ini tidak lama setelah menerima berbagai keluhan tersebut. Otoritas Singapura juga langsung menangguhkan izin usaha SRC International pada September lalu. Salah satu komisioner Kementerian Ketenagakerjaan Singapura, Kevin Teoh, menilai pemasangan iklan tenaga kerja asing melalui platform penjualan barang di internet "benar-benar tidak pantas dan tidak dapat diterima."

Dikutip AFP, Menteri Ketenagakerjaan Singapura, Josephine Teo, sebelumnya juga menuturkan dia "sangat terganggu" oleh iklan-iklan tersebut. Akibat kasus ini, Teo meminta warga Singapura memperlakukan para pekerja domestik dengan sebaik-baiknya. Singapura merupakan rumah bagi sedikitnya 250 ribu pekerja domestik atau asisten rumah tangga yang sebagian besar berasal dari Indonesia, Filipina, dan Myanmar.

Sebelumnya juga diberitakan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) meminta pemerintah Singapura untuk menindaklanjuti penemuan kasus perdagangan orang yang berupa penjualan asisten rumah tangga yang diduga merupakan tenaga kerja asal Indonesia (TKI). Kasus ini terjadi si sebuah platform jual beli barang baru dan bekas yang bermarkas di Singapura, Carousell.

KBRI Singapura menyatakan kalau pihaknya sudah melayangkan pernyataan tertulis kepada Kementerian Tenaga Kerja Singapura. Mereka juga bakal mengirimkan nota diplomatik Kementerian Luar Negeri Singapura untuk menyelesaikan kasus ini pada Senin (17/9). "KBRI sudah mengetahui kejadian ini. Besok pada hari kerja pertama, KBRI akan mengirimkan nota diplomatik kepada Kemlu Singapura yang menyampaikan kalau kejadian serupa sudah terjadi beberpa kali di Singapura serta permintaan agar dilakukan investigasi secara menyeluruh terhadap kasus ini," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal melalui WhatsApp pada Minggu (16/9), yang diterima Breakingnews.co.id.