BREAKINGNEWS.CO.ID – Penguasaan blok Rokan beralih tangan dari  PT Chevron Pacific Indonesia kepada PT Pertamina. Peralihan terjadi karena kontrak perusahan Amerika tersebut yang dimulai sejak 8 Agustus 1971  itu berakhir pada tahun 2021.

Keputusan peralihan itu dilakukan  pemerintah melalui Kementerian ESDM setelah penawaran kontraktor lama jauh dibawah nilai yang diinginkan,  terutama dalam segi produksi penerimaan negara dan bonus tanda tangan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan  hal itu dilkakukan berdasarkan kajian tim 22 wilayah kerja.  “Untuk kedepannya 100% dikelola Pertamina. Namun, sesuai peraturan menteri ESDM harus menawarkan 10% jadi PI daerah lewat Badan Usaha Milik Daerah,” kata Arcandra dalam keterangan persnya pada  Selasa (31/7/2018).

Menurut Arcandra, bonus tanda tangan mencapai US$ 783 juta atau Rp 11,3 triliun. Kemudian pendapatan negara 20 tahun ke depan US$ 57 miliar atau Rp 825 triliun. Pertamina akan mengelola Blok Rokan hingga 2041.

Sebelumnya, dalam pertemuan antara Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit Chuck Taylor dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, perusahaan asal Amerika Serikat itu berencana investasi sebesar US$ 88 miliar dalam 20 tahun jika kontrak diperpanjang. Kemudian bisa meningkatkan produksi hingga 700 ribu barel per hari.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan nantinya Pertamina akan membahas kerja sama dengan Chevron setelah kontrak diteken. “Menjaga tingkat produksi supaya tidak turun,” kata dia.

Saat ini, Blok Rokan memiliki dua lapangan minyak  raksasa, yaitu  Minas dan Duri. Lapangan Minas yang telah memproduksi minyak hingga 4,5 miliar barel minyak sejak mulai berproduksi pada 1970-an adalah lapangan minyak terbesar di Asia Tenggara.

Pada masa jayanya, produksi minyak Lapangan Minas pernah menembus angka 1 juta barel per hari (bph). Sekarang lapangan tua ini masih bisa menghasilkan minyak sekitar 45.000 bph.

'Saudara' Lapangan Minas, yaitu Lapangan Duri, juga salah satu lapangan minyak terbesar yang pernah ditemukan di kawasan Asia Tenggara. Lapangan ini menghasilkan minyak mentah unik yang dikenal dengan nama Duri Crude.

Secara keseluruhan, blok seluas 6.264 km2 itu pada 2016  lalu masih mampu menghasilkan minyak hingga 256.000 bph, hampir sepertiga dari total produksi minyak nasional saat ini.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengatakan rata-rata produksi Blok Rokan per 30 Juni 2018 tercatat sebanyak 207.000 bph. Hingga pekan lalu, rata-rata produksi meningkat tipis menjadi 211.000 bph. "Hingga minggu lalu, sekitar 211.000 bopd," kata Wisnu.

Diperkirakan hingga akhir tahun, Blok Rokan mampu menghasilkan produksi 205.000-206.000 bph