BREAKINGNEWS.CO.ID -  Pemerintah memastikan stok dan ketersediaan pangan selama Ramadan tahun tersedia dan sangat mencukupi untuk memenuhi permintaan pasar.  Kepastian itu juga ditambah dengan janji bahwa gejolak harga dipastikan tidak akan terjadi,  sepanjang pelaksanaan ibadah puasa dan perayaan lebaran nanti.

Jaminan itu disampaikan Kementerian Pertanian melalui Menko Perekonomian karena telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait yang bertanggungjawab untuk masalah ini  "Insya Allah untuk stok bahan pangan kita pada saat Ramadan dan lebaran tahun ini akan aman dan stabil. Kami berharap harganya pun tidak sampai menekan dan merugikan konsumen. Kami melihat tahun ini tidak ada gejolak harga yang berlebihan, memang sempat naik sedikit untuk komoditas cabai dan bawang putih di bulan April, karena belum panen dan kondisi cuaca yang menyebabkan beberapa petani mengalami gagal panen," ungkap Kepala Badan Ketahanan Pangan Kemtan, Agung Hendriadi dalam diskusi publik bertema "Pengendalian Bahan Pangan" yang digelar oleh Forum Merdeka Barat (FMB) 9 yang digelar di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin (13/5/2019).

Lebih lanjut Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemko Perekonomian Musdalifah Mahmud, bulan Ramadan dan lebaran di Indonesia memang rutin terjadi. Oleh sebab itu, pemerintah melalui beberapa Kementerian terkait telah berupaya untuk melakukan koordinasi sejak dini untuk mencegah kenaikan harga bahan pokok.

"Kami dari beberapa Kementerian terkait memang selalu berusaha berkomunikasi terkait stok pangan, beras, cabai, bawang merah, telur, daging sapi yang ada. Kami selalu berusaha menekankan kenaikan harga dari beberapa komoditas pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat pada Ramadan dan Lebaran," ujar Musdalifah.

Selain itu, pemerintah dilanjutkan Musdalifah juga berusaha menekan peningkatan harga kebutuhan pangan dengan rutin menggelar operasi pasar dan melakukan bazaar murah.

Lebih jauh diungkapkan Musdalifah, pemerintah pun berusaha memastikan distribusi daripada bahan pokok berjalan lancar selama meningkatnya kebutuhan. Jika dibutuhkan bantuan teknologi untuk menjaga stok, pemerintah akan memfasilitasinya. Dengan demikian tidak akan terjadi kelangkaan pasokan. "Kita pastikan produksi, distribusi, kalau dibutuhkan teknologi pascapanen itu yang kita intervensi lebih jauh. Misalnya butuh distribusi ke sini ke sana itu yang kita komunikasikan dengan sektor logistik," tandasnya.