JAKARTA - Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) mendesak pemerintah percepat merampungkan regulasi mengenai motor listrik. Ketua Umum AISI Johannes Loman mengungkapkan alasannya agar memberikan panduan mudah bagi produsen motor listrik. Loman mengutarakan harapannya agar pemerintah ikut mengatur detail kualitas, suku cadang, hingga keamanan motor listrik.

"Jika tidak diatur dan diserahkan begitu saja kepada mekanisme pasar, dikhawatirkan konsumen akan menjadi korban jika suatu saat ada produk motor listrik yang berkualitas rendah beredar di pasaran," kata Loman.

Pelaku industri menurut telah memberikan beberapa masukan sudah kepada pemerintah agar lebih jeli terhadap perkembangan kendaraan listrik. Menurutnya, masukkan yang diberikan diharapkan mendorong pemerintah bisa membuat kebijakan komprehensif dan melindungi konsumen.

Anggota AISI selama ini tercatat baru memasarkan tiga tipe motor listrik. Spesifikasi motor listrik dengan harga terjangkau, jarak tempuh jauh, hingga waktu dan kemudahan pengisian ulang baterai yang disebut menjadi pertimbangan.

"Kami tidak ingin produk ramah lingkungan justruk memicu masalah baru. Unsur keamanan terabaikan dan dampak lingkungan akibat limbah baterai yang sejauh ini tidak diantisipasi sejak awal," tuturnya.

"Harga menjadi salah satu isu penting karena motor listrik relatif mahal. Untuk itu perlu dilakukan kajian mengenai potensi dampak terhadap industri dan standar keamanannya bagi konsumen," katanya.