BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo menyampaikan belasungkawa dan rasa keprihatinan yang mendalam atas musibah gempa bumi tektonik yang kembali terjadi di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (17/3/2019) dengan kekuatan 5,8 dan 5,2 SR. 
 
Gempa tersebut menyebabkan terjadinya longsor di Air Terjun Tiu Kelep dengan memakan dua orang meninggal, 44 orang luka-luka, serta 32 unit rumah roboh dan 499 unit rumah mengalami rusak ringan hingga sedang. 
 
Bambang pun mendorong Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) bersinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk terus melakukan pencarian dan evakuasi korban yang belum ditemukan. 
 
"Memberikan bantuan kesehatan, pangan, pakaian, dan kebutuhan lainnya, serta memperhitungkan kerugian yang ditimbulkan akibat gempa," ujar Bambang kepada wartawan di Jakarta, Senin (18/3/2019). 
 
Bambang juga mendorong Kemensos berkoordinasi dengan Pemda (Pemerintah Provinsi NTB) melalui taruna siaga bencana (tagana) untuk dapat memobilisasi pemberian bantuan kemanusiaan agar kebutuhan masyarakat Lombok yang terdampak gempa dapat disalurkan tepat sasaran dan disesuaikan dengan kondisi yang ada. 
 
Selain itu Bambang mendorong Kepolisian RI untuk tetap siaga dalam menjaga ketertiban dan keamanan terhadap pihak-pihak yang memanfaatkan situasi di Lombok, agar dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang terdampak musibah. 
 
Selanjutnya Bambang mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melalui Ditjen Cipta Karya dan Balitbang PUPR untuk memastikan kebutuhan air bersih dan sanitasi para pengungsi, serta melakukan pendataan ulang terhadap ratusan rumah masyarakat yang mengalami kerusakan akibat gempa agar dapat dilakukan pembangunan kembali. 
 
Bambang menambahkan, pihaknya mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk siap siaga dalam menyediakan obat-obatan dan tenaga kesehatan guna mengantisipasi berbagai penyakit yang timbul dan dialami oleh para pengungsi gempa, serta bersama Kemensos  dan memulihkan kembali mental dan psikis korban terdampak melalui klinik trauma healing pasca bencana. 
 
"Mendorong BMKG untuk terus menyampaikan informasi terkini yang berkaitan dengan situasi dan kondisi cuaca yang terjadi," tegasnya. 
 
Dengan demikian Bambang mengimbau masyarakat yang berada di daerah Lombok Timur dan sekitarnya untuk selalu waspada dan memperhatikan informasi dari BMKG dalam rangka menghadapi gempa susulan agar masyarakat tetap siaga terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.