BREAKINGNEWS.CO.ID - Kasus pembunuhan terhadap Nurhayati di Apartemen Green Pramuka City (GPC) direkonstruksikan atau direka ulang. Dalam rekonstruksi tergambar bagaimana Haris menghabisi nyawa Nurhayati di adegan 16 atau setelah keluar dari lift.
 
"Pelaku (Haris), menghabisi korban setelah keluar lift itu ada di adegan 16," kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP, Arie Ardian kepada wartawan, Kamis (10/1/2019). 
 
Aries menjelaskan sebelum menikam berkali-kali, Haris sempat mengikuti Nurhayati dari bawah. Kemudian Haris ikut masuk kedalam lift. Di dalam lift Haris dan Nurhayati cekcok mulut. "Awalnya korban diikuti pelaku. Kemudian pelaku ikut masuk ke dalam lift. disanalah mereka bertengkar," ujarnya. 
 
Tanpa diduga, Haris menikam Nurhayati berkali-kali. Usai menikam, Haris panik dan berusaha kabur, namun jejaknya terekam oleh CCTV dan meninggalkan beberapa barang bukti. "Sampai selesai, tersangka meninggalkan korban dan mencoba menghilangkan jejak dengan keluar dan naik langsung ke lantai 27," tutupnya. 
 
Proses rekontruksi ini dilakukan tertutup, sehingga bagi orang yang tidak berkepentingan tidak diperkenankan sementara untuk mengakses ke lokasi pembunuhan. 
 
Dalam kasus ini polisi menetapkan tersangka dengan pasal 351 juncto pasal 338 penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia. Ancaman 15 tahun pejara.