BREAKINGNEWS.CO.ID - Zona di sepanjang Jalan Sudirman - MH Thamrin akan diberlakukan penerapan sistem tilang elektronik (E-Tilang). Namun polisi masih terkendala terkait pada peradilan pidana bagi pengendara yang melanggar dalam penerapan sistem tilang elektronik (E-Tilang) tersebut.

"Masalahnya hanya terletak pada sistem peradilan pidana saja. Antara kendaraan dengan yang melanggar sendiri. Kira-kira subjek hukumnya itu bagaimana, bisa enggak ditindak?" Kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf kepada wartawan, Jumat (14/9/2018).

Terkait hal tersebut, Yusuf menyatakan sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Yusuf meyakini kendala yang ada bisa diatasi saat pelaksanaan. "Jadi pada prinsipnya beberapa stakeholder yang berkaitan dengan masalah sistem peradilan pidana atau penegakan hukumnya. Intinya semuanya mendukung terkait kegiatan ini, dan tidak perlu lama-lama lagi kalau hanya ada beberapa satu, dua poin yang masih dalam kategori koordinasikan. Ini dilaksanakan sambil jalan," kata Yusuf. 
Sosialisasi penerapan sistem tilang elektronik (E-Tilang) akan dilakulan pada 22 September mendatang. "Rencana tanggal 22 September kita launching. Tapi, karena ada beberapa kegiatan Asian Games dan sebagainya, jadi kita undur lagi. Kemungkinan besar paling lambat, Oktober harus bisa laksanakan ini," ujar Yusuf.

Seperti diberitakan,  penerapan sistem tilang elektronik diberlakukan, kepolisian akan dilakukan terlebih dulu ujicoba dan sosialisasi. Setelah itu, dilakukan evaluasi dan kemungkinan penerapan.

"Pada Oktober akan diujicoba sambil sosialisasi. Satu bulan kemudian penerapan penegakan," kata dia

Yusuf juga mengatakan bahwa wacana penerapan ini kembali muncul guna mencari cara mengurangi kemacetan di Ibu Kota. Bila penerapan jadi dilakukan, masyarakat juga diimbau bisa lebih taat kepada peraturan lalu lintas.

Penerapannya disebutkan Yusuf akan dilakukan secara bertahap. Jalan Sudirman-MH Thamrin yang akan dicoba jadi percontohan.

"Kami sudah koordinasi dengan Dishub juga. Jadi, kalau memang target kita Sudirman dan Thamrin dulu, kita protokol dulu. Seperti waktu kita melaksanakan ganjil-genap, kan Sudirman-Thamrin dulu, protokol dulu. Ini terpantau oleh semua kalangan, semua lapisan masyarakat. Dan ini, jalan ini melalui jalan ini dari kota maupun luar kota melalui jalan ini," ujar Yusuf.