BREAKINGNEWS.CO.ID - Timnas Indonesia U-22 diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (28/2/2018). Kepada orang nomor satu di Indonesia itu sejumlah penggawa Garuda Muda bercerita keluh kesah dan harapannya.

Salah satunya adalah Marinus. Top skorer Piala AFF U-22 itu meminta supaya jalan di kampungnya diperbaiki. "Jalannya masih jelek. Pembangunan belum bagus. Mudah-mudahan bisa lebih bagus lagi pak," kata Marinus.

Sementara itu, kapten Timnas U-22 Andy Setyo mengatakan, beberapa rekan-rekannya yang juga menjadi anggota Polisi dan TNI bisa naik pangkat.

"Ada teman-teman yang ingin jadi PNS, Polisi atau TNI. Saya sendiri mungkin dari teman saya, mereka ada yang anggota polisi, diangkat, maksudnya lebih naik pangkat pak. Mungkin untuk TNI, mohon kejelasannya pak," kata Andy Setyo ke Jokowi.

Menanggapi hal itu, Jokowi merepons dengan serius tapi santai. "Untuk yang ingin jadi TNI dan Polisi atau naik pangkat, nanti saya urus. Marius, bukannya ngomongin sepak bola malah ngomongin jalan," kata Jokowi sambil tertawa.

Sementara pelatih Timnas U-22 Indra Sjafri berterimakasih karena tim besutannya diundang ke Istana Negara. Hal ini membuat kemenangannya di AFF U-22 lebih berbeda. "Secara pribadi kami ucapkan terimakasih dan tim diundang. Ada 2 event tim penting yang diberi tugas ke kami. AFC dan Sea Games. AFC kalau lolos menentukan kita kualifikasi Olimpiade. Setelah itu Sea Games dari 1991 belum dapat medali emas. Atas izin Allah akan kita wujudkan," ucapnya.

Sebelumnya, Timnas U-22 saat tiba di Istana langsung diganjar bonus Rp200 juta dari Jokowi per orang. Bonus itu juga termasuk untuk pelatih, staf pelatih, dan dokter. Selain bonus dari Jokowi, Timnas U-22 juga mendapatkan bonur Rp2,1 miliar dari pemerintah melalui Kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora).