BREAKINGNEWS.CO.ID – Gol  M. Donanda  mengantarkan kesebelasan Universitas Muhammadiyah Malangke laga puncak LIMA Football Final National 2019 usai menundukkan Universitas Kristen Indonesia  (UKI) dengan skor 3-2, Kamis (12/9/2019).

Sepakan pemain pengganti  tim juara bertahan itu itu terasa dramatis, karena pada  pada babak empat besar yang berlangsung di lapangan Universitas Muhammadiyah Jakarta, di Cirendeu itu,.  sempat ketinggalan 1-2 hingga pertengahan babak kedua.

UMM pantas peras keringat, karena yang menjadi lawan adalah juara zona Jakarta alias Great Jakarta Conference, sekaligus salah satu favorit juara.

Pertandingan ini sendiri berjalan ketat, itu terlihat saat pertengahan babak pertama, kedua kubu sama-sama melakukan pertukaran pemain. Meski UKI lebih mendominasi,  namun gol pembuka justru berhasil dibuat oleh UMM melalui  sundulan Mohammad Zakki Jauhari,   pada menit ke-33.

Tersentak dengan dengan gol lawan, UKI langsung meningkatkan tekanan dan bermain lebih ngotot, yang berujung pada pelanggaran yang berbuah kartu kuning kepada Yan Paulus Melin Momot dan Setiya Alamsyah.

Upaya tim asal kampus Cawang, Jakarta Timur ini baru membuahkan hasil pada  menit 50 melalui sundulan Fiqri Junsal Maruapey.  Berselang 15 menit kemudian, Fiqri kembali menjebol gawang UMM yang dikawal Moch. Ainun Najib sekaligus membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk keunggulan UKI.

Ketinggalan gol tak membuat mental pemain UMM runtuh, mereka tetap focus dan ngotot.

Hasilnya, pada menit 87 lewat sebuah skema serangan balik Zakki yang menjadi pencetak gol pertama, kembali mempersembahkan gol bagi timnya, pada menit 87.

Pemain UKI yang tersusul mulai kehilangan konsentrasi, dan koordinasi antar lini jadi lemah. Kondisi yang pada akhirnya harus  mereka bayar mahal.

M.Donandi yang masuk sebagai pemain pengganti pada menit 73, berhasil menjebol gawang UKI pada menit kedua waktu tambahan babak kedua, melalui umpan Hendra Putra Satriya.

“Bersukur akhirnya kami  bisa lolos ke final setelah sempat tertinggal lebih dahulu. Sejak awal saya sudah berpesan, kalian harus focus karena peluang untuk mempertahankan gelar juara tinggal selangkah lagi,”kata Agung Yudha, pelatih UMM usai pertandingan.

Sementara manajer UKI Angiat Slamet mengatakan, kekuatan kedua tim relative merata sehingga pertandingan berjalan ketat. “Namun  keberuntungan kali ini tidak berada di sisi kami. Sepak bola memang tidak bisa diprediksi, tetapi usaha anak-anak sudah maksimal. Kami akan berjuang di pertandingan perebutan peringkat ketiga nanti,”tegasnya.

Perang Saudara Ulangan

Di final Jumat (13/9) besok, UMM akan menghadapi  “saudara” mereka yakni  Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Perang sesame anak-anak Muhammadiyah itu  tercipta setelah UMJ yang bertindak selaku tuan rumah di semifinal lain,  berhasil menyingkirkan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pasundan (STKIP Pasundan)  Cimahi dengan skor 5-2.

“Alhamdulillah kami diberikan hasil yang baik dan bisa lolos lagi ke final dengan lawan yang sama di final tahun lalu. Permainan anak-anak sudah maksimal dan kami memang ingin mempertahankan juara. Mempertahankan lebih sulit daripada mengejar. Oleh karena itu, kami akan berusaha dengan maksimal di pertandingan final besok,” ujar Ayang Abdul Rozak, ofisial UMJ.

Meski tersingkir anak-anak asal Cimahi itu tetap puas. Itu tak lain karena penampilan ini merupakan yang pertama bagi mereka. “Kami tetap akan tampil fight untuk merebut peringkat tiga pada laga besok melawan UKI, karena sejak awal, target kami memang sampai di sana,”kata pelatih STKIP Pasundan, Agus Santosa,