BREAKINGNEWS.CO.ID - Guna mendukung usaha Kementerian Pariwisata yang menargetkan 20 juta wisatawan dari mancanegara (wisman) berkunjung ke Indonesia pada tahun 2019, Pelindo III terus berbenah. Wisman melalui pasar cruise menjadi salah satu sasaran pengelola pelabuhan di Indonesia Tengah itu. Terutama kunjungan wisman ke Bali dan sekitarnya yang terus meningkat.

Pasalnya guna memenuhi target 20 juta wisman ke Indonesia. Pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pada wisatawan leasure. Apalagi sektor pariwisata di Bali juga bisa mengandalkan pasar khusus seperti MICE, sport tourism, cruise dan lainnya.

Menyikapi fakta itu, maka CEO Regional Bali Nusa Tenggara PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), Wayan Eka Saputra kini terus mendorong pasar cruise untuk mendukung pencapaian target wisman ke Indonesia 2019. Apalagi hal ini juga menjadi penekanan Dirut Pelindo III, Doso Agung.

Menurut data Pelindo pada tahun 2018 pasar kapal cruise sudah mampu menggaet sekitar 56.000 wisatawan cruise ke Bali. Sebagian besar wisatawan cruise ke Bali tersebut datang melalui Pelabuhan Benoa. Terlebih setelah Pelindo III kini juga memperbaiki penampilan dan pelayanan di Pelabuhan Benoa.

Kunjungan wisatawan cruise ke Bali ini memang didominasi dari negara-negara Eropa dan Australia. Sementara untuk tahun 2019 Pelindo III dan Kemenpar berharap wisatawan cruise yang berkunjung ke Bali mencapai kisaran 50.000-60.000 wisatawan.

Selain itu Eka Saputra menyatakan guna mendukung perkembangan cruise dengan rute ke Bali, Pelabuhan Benoa sudah melakukan beberapa penataan. Ini salah satunya pengembangan Benoa Cruise Terminal (BCT).

Ke depan BCT di Pelabuhan Benoa dirancang mampu menampung sekitar 3.500 orang. Awalnya terminal cruise hanya mampu menampung 950 orang. Peningkatan ini Tentunya sangat signifikan dengan target yang diinginkan pemerintah. “Melalui pengembangan dermaga cruise internasional, BCT telah dirancang mampu menampung 3.500 orang,” kata Eka.

Selain sejumlah penataan, kini guna memudahkan pelayanan, BCT juga dilengkapi konter Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, konter kesehatan dan konter palayanan yang lain. Bahklan BCT juga dirancang lengkap dengan art market untuk wisatawan cruise.

Art market ini menurut Wayan Eka Saputra akan digunakan untuk menampung produk UMKM di Bali. Pemasaran produk UMKM local Bali ini akan menyasar wisatawan cruise yang berkunjung melalui Pelabuhan Benoa.

“Art market di Pelabuhan Benoa diharapkan bisa rampung akhir 2019, dengan rampungnya art market bisa menampung lebih banyak pelaku usaha dan produk UMKM,” tegasnya.

Menurut General Manajer, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Pelabuhan Benoa, AA Gede Agung Mataram, kedatangan kapal cruise melalui Pelabuhan Benoa diharapkan bisa semakin mengembangkan pariwisata Bali. Untuk itu Pelindo III terus berupaya melakukan penataan dermaga cruise sehingga bisa menggeliatkan wisata cruise di Bali.

Doso Agung menjelaskan, setelah upaya penataan dan pendalaman alur dan kolam, dermaga Pelabuhan Benoa bisa disandari dua cruise secara bersamaan. Dengan penataan dermaga cruise ini diharapkan makin banyak cruise dunia yang lego jangkar di Pelabuhan Benoa.