BEKASI - Polisi menetapkan Indra Yulianto alias IY (17) sebagai tersangka kasus begal. Indra adalah rekan Aric Saifulloh alias AS (17), pelaku begal yang tewas dibacok korbannya sendiri di Flyover Summarecon Bekasi.


"Iya sudah kami tetapkan saudara IY sebagai tersangka. Diduga IY dan AS yang tewas itu melakukan tindak pencurian menggunakan kekerasan atau begal dengan menodong dua orang di jembatan summarecon Bekasi,"ujar Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, kepada wartawan, Minggu (27/5/2018).

Indarto mengatakan, pelaku awalnya mengaku jadi korban saat dirawat di rumah sakit Anna Medika. Setelah didalami IY mengakui bahwa dirinya bersama AS melakukan perampokan dengan membawa senjata tajam celurit.

"Korban yang pada saat kejadian berhasil melawan dengan cara merebut senjata tajam milik pelaku dan berbalik membacok kedua pelaku begal hingga satu orang tewas dan IY mengalami luka-luka. IY yang sedang dirawat saya sudah perintahkan akan dipindah perawatannya di Kramat Jati," kata Indarto.

AS dan IY berstatus pelajar SMK. Keduanya melakukan aksi begal di jembatan Summarecon Bekasi pada Sabtu (20/5/2018) dini hari, terhadap dua orang berinisial MIB dan AR saat berfoto-foto.

Kepada korbannya, AS dan IY memaksa meminta telepon genggam milik MIB dan AR mengancam menggunakan senjata tajam celurit. Namun kedua korban MIB dan AR berusaha melawan setelah sebelumnya pelaku AS menyabetkan celurit ke MIB namun berhasil ditangkis menggunakan tangan dan berhasil pula merebut celurit milik pelaku dan membacok pelaku beberapa kali hingga satu diantaranya tewas dan satu lagi mengalami luka parah.

Dalam kondisi terjepit dan tubuh luka, AS dan IY kabur dan menuju RS Anna Medika. AS tewas setelah mendapatkan penanganan medis dan IY yang selamat mencoba membuat laporan palsu dengan seolah-olah ia dan rekannya yang tewas AS menjadi korban begal di Jalan Raya Perjuangan, Bekasi Utara.


Tapi akal-akalannya terensus. Polisi berhasil mengungkap fakta sebenarnya, setelah diketahui korban begal MIB dan AR yang dirampas handphonen-nya membuat laporan ke Polsek Bekasi Utara.

"Jadi awalnya itu kita dapat laporan terkait kejadian perampasan handphone dengan celurit di Flyover Summarecon. Tidak lama laporan itu, pihak RS Anna Medika nelpon pihak kepolisian kalau ada korban pembacokan, kedua informasi berkaitan setelah ditelusuri faktanya korban pembacokan di rawat di RS itu merupakan pelaku yang ingin merampas handphone di Summarecon," jelas Indarto.