BREAKINGNEWS.CO.ID - Hari ke -12 Operasi Ketupat Jaya yang dilakukan Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya, untuk antisipasi pemudik dalam kebijakan larangan mudik pemerintah, diketahui hingga kini sebanyak 12.512 kendaraan diminta putar balik kembali ke daerah asal.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombespol Sambodo Purnomo membenarkan adanya data belasan ribu kendaraan tersebut. "Data penyekatan Operasi Ketupat Jaya 2020, 12.512 unit kendaraan yang diputar balik selama 12 hari operasi," ujar Sambodo dikonfirmasi, Kamis (7/5/2020).

Dalam hal ini pula Sambodo menjelaskan, mayoritas kendaraan yang diperintahkan memutar balik yakni mobil pribadi, bus, serta travel adapun pelanggar terbanyak yaitu kendaraan pribadi yang kadang memaksa untuk meninggalkan wilayah Jabodetabek.

“Data tersebut diperoleh dari pos penyekat kendaraan di Pintu Tol Bitung arah Merak, Tangerang, dan Pintu Tol Cikarang Barat arah Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Jawa Timur dan jalur-jalur arteri.” ujarnya.

Diketahui larangan mudik berdasarkan kebijakan pemerintah pusat, melarang mudik guna memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19) mulai 24 April-31 Mei untuk kendaraan bermotor.

Kemudian larangan mudik menggunakan kereta api sejak 24 April-15 Juni, transportasi laut 24 April-8 Juni, serta transportasi udara pada 24 April-1 Juni. Larangan aturan itu tidak berlaku bagi kendaraan angkutan logistik, obat, mobil jenazah, dan ambulans.

Dalam hal ini pihak Polda Metro Jaya mengedepankan tindakan persuasif dan pelanggar akan diminta untuk berputar arah pada tahap awal 24 April-7 Mei. Penerapan sanksi tegas berupa balik arah dan sesuai aturan yang berlaku lainnya pada 7-31 Mei.

Dalam kebijakan ini polisi akan memberikan sanksi maksimal bagi warga yang nekat mudik selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 adalah diputarbalikkan ke rumah masing-masing atau tidak ada sanksi berupa denda.