BREAKINGNEWS.CO.ID - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut bahwa pekan depan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi bakal turun. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementeiran ESDM Djoko Siswanto mengatakan keputusan menyusul penurunan harga minyak dunia yang sudah menyentuh level US$60 (setara dengan Rp871 ribu) per barel atau merosot dari posisi US$80 (setara dengan Rp1.161. 780) per barel yang tercatat pada pertengahan Oktober silam.

Selain itu, pemerintah juga telah mengadakan pertemuan dengan badan usaha penyalur BBM. Tercatat, ada enam badan usaha yang berkomitmen untuk menurunkan harga BBM nonsubsidi, yakni PT Pertamina (Persero), PT Aneka Kimia Raya Corporindo Tbk (AKR), Shell, Total, Vivo, dan PT Garuda Mas Energi. "Komitmen menurunkan harga mulai pekan depan paling lambat Januari‎," kata Djoko, saat menghadiri Pertamina Energy Forum, di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Djoko mengungkapkan penurunan harga tidak bisa langsung dilakukan, karena menunggu stok minyak yang dibeli sebelum harga turun. Dia pun belum bisa menyebutkan jadwal penurunan harganya. "Saya sudah memanggil Pertamina, AKR,Shell, total Vivo,Garuda Mas. Kalau kapan tanya mereka masing-masing," tutur dia.

Pemerintah, kata Joko, telah mengatur besaran keuntungan penjualan BBM non subsidi, yaitu maksimal 10 persen. Saat ini pihaknya sedang menunggu surat penetapan bes‎aran penurunan harga. "Kalau ada kenaikan tidak boleh 10 persen, sekarang harga minyak turun, entah berapa mereka sedang hitung," ucapnya.

Hanya saja, Djoko masih enggan untuk membeberkan rata-rata besaran penurunan harga BBM tersebut. "Tapi kami sudah mengantongi tanggal-tanggal komitmen penurunan tersebut, dan nanti mereka tinggal kirim saja surat penetapan harganya ke pemerintah," jelas dia.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Pertamina Syahrial Mukhtar mengatakan harga BBM nonsubsidi pasti akan disesuaikan seiring perubahan harga minyak dunia. Hanya saja, dampaknya tak bisa segera. Pasalnya, BBM yang diproduksi Pertamina bukan berasal dari pembelian minyak mentah yang dikontrak hari ini.

"Tidak bisa jika harga minyak turun, maka harga BBM langsung turun. Ada lag time. Tapi harga BBM nonsubsidi tentu tidak usah disuruh pun pasti akan menyesuaikan dengan market," jelasnya.