BREAKINGNEWS.CO.ID - Calon wakil presiden nomor urut 01, Prof. Dr. K. H. Ma'ruf Amin mengatakan timnya sudah melakukan pendekatan kepada generasi milenial untuk mendapatkan suara pada Pilpres 2019 mendatang. Dia menuturkan saat ini tinggal melanjutkan apa yang sudah dilakukan Jokowi dalam menggaet simpati generasi milenial.

"Kita sudan punya mile stonenya. Pak Jokowi sudah punya landasannya, tinggal bagaimana take off-nya bukan tidak ada, sudah ada. Jadi tinggal bagaimana dia menindak lanjuti, memperbesar manfaatnya, menambah lagi dan melakukan penyesuaian readjusment," jelas Ma'ruf dalam festival Remaja Bersatu untuk Indonesia di JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (25/11/2018).

Oleh karenanya, Ma'ruf yakin generasi muda akan memilih kembali Presiden Joko Widodo (Jokowi). Alasannya, generasi muda sangat rasional untuk memilih pemimpin yang terbaik. "Optimis sekali, optimis sekali (didukung), sebab mereka kan orang yang berpikir rasional dan penuh keinginan untuk melakukan perubahan," kata Ma'ruf.

Ma'ruf juga mengapresiasi relawan yang mengadakan festival bagi remaja. Dia berharap acara sejenis dapat digalakkan untuk meraih simpati generasi muda. "Pamerannya bagus, tadi saya lihat pamerannya dan acara ini bentuk acara remaja ya remaja milenial. Yang harapan bangsa kita ingin mereka nanti jadi generasi penerus pada periodenya Pak Jokowi," sebut Ma'ruf.

Peduli Milenial

Ma'ruf Amin mengakui jika umurnya sudah tak muda lagi. Namun untuk urusan kaum milenial, ia menjamin dirinya sangat memahami dan peduli kepada anak muda. "Ada yang bilang Kiai Ma'ruf sudah tua. Siapa yang bilang saya muda? Semua orang juga sudah tahu saya sudah tua. Pak Jokowi juga tahu, tapi beliau nyaman memilih saya, nyaman berdampingan dengan orang tua," ujarnya

Ma'ruf juga menyadari banyak orang yang akan bertanya-tanya mengapa ia mau mendampingi Jokowi. Ia pun bercerita jika keputusannya ini tak lepas dari kisah dalam pelajaran yang didapat dari gurunya saat duduk di bangku di Madrasah Ibtidaiyah (MI). "Ada yang tanya, kok mau? Saya teringat pelajaran di Ibtidaiyah. Ada orang tua menanam pohon, untuk apa? Saya menanam pohon ini bukan untuk saya menikmati banyak, tapi saya menamam pohon ini untuk generasi yang akan datang," imbuh mantan Ketua Rais Aam PBNU ini.