BREAKINGNEWS.CO.ID - Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto angkat bicara terkait pencabutan izin pemakaian ruang auditorium sebagai lokasi seminar kebangsaan dengan pembicara eks Menteri ESDM Sudirman Said dan eks Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan. Rencananya, seminar tersebut dijadwalkan berlangsung Jumat (12/10/2018) siang. Hasto mengatakan, seharusnya setiap tim kampanye seharusnya paham bahwa Kampus memang netral, clear and clean dari kampanye politik.

“Pak Sudirman Said harus paham bahwa saat ini sudah masuk masa kampanye. Jadi jangan bawa kampus untuk kampanye terselubung. Sebagai tokoh dengan intelektual lumayan seharusnya memahami aturan tersebut. Bagi kami, marwah kampus dengan kebebasan akademiknya wajib kita hormati. Terlebih mahasiswa, dimana proses kepemimpinan nasionalpun datang dari dunia kampus” kata Hasto yang juga merupakan Alumni Teknik Kimia UGM tahun 1991 tersebut.

Hasto menilai Sudirman Said seperti melakukan kampanye awal yang dipaksakan. “Sabar saja, sebagai alumni UGM saya paham, pasti akan ada undangan resmi bagi paslon atau tim kampanye untuk menyampaikan visi-misinya. Terlebih UGM, mereka sangat berkompeten untuk melihat secara komprehensif terhadap seluruh visi-misi dan agenda strategis Palson 01 dan 02. Sebab UGM percaya, visi-misi tsb berkaitan dengan masa depan bangsa” tegasnya.

Wakil Sekretaris Jenderal PDIP itu juga mengritisi pernyataan Sudirman Said yang mengatakan bahwa UGM mengeluarkan ancaman drop out (DO) kepada panitia seminar. Padahal, dikatakan Hasto, hal tersebut tidak benar. Terlebih, lanjut Hasto, UGM dikenal sebagai universitas perjuangan. Pernyataan Pak Sudirman Said justru telah merendahkan martabat UGM yang dikenal sangat menjunjung tinggi tradisi demokrasi Pancasila. Lagian, mana ada mahasiswa UGM yang takut ditekan? Pak SS sangat tidak memahami realitas bahwa UGM didirikan ditengah kancah perjuangan revolusi perjuangan kemerdekaan Indonesia sebagaimana tertulis di Statuta UGM” paparnya.