BREAKINGNEWS.CO.ID – Pada tanggal 17 April mendatang seluruh masyarakat Indonesia yang memiliki hak suara akan diperhadapkan dengan Pemilihan Presiden (Pipres) dan Pemilihan Calon Legislatif (Pileg) periode 2019-2022. Segala cara dilakukan oleh masing-masing pendukung untuk memenangkan jagoan mereka di ajang politik empat tahunan tersebut. Bahkan mereka tidak segan-segan untuk membawa urusan politik ke dalam urusan agama demi kepentingan kekuasaan.

Untuk itu, Pengrus Besar Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (PB MCMI), menghimbau kepada para Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di seluruh Indonesia untuk dapat menangkal masuknya kepentingan politik praktis dalam lingkungan masjid.

Ketua PB MCMI, H. Wisnu Dewanto menegaskan bahwa di tahun politik 2019 ini telah banyak terjadi kasus kepentingan politik praktis di lingkungan masjid, dimana masjid yang diperuntukan sebagai rumah ibadah justru malah difungsikan sebagai tempat berkampanye sebagian oknum politisi.

"Masjid dan Mushola yang berjumlah lebih dari satu juta di Indonesia ini, diperuntukan untuk umat islam beribadah dan meningkatkan pengetahuan serta ketakwaanya. Lalu bila penggunaanya justru menyimpang dan menjadi sarana kepentingan politik praktis sebagai upaya merebut kekuasaan, maka saya kira harus dapat kita hindari hal tersebut," ujar Wisnu di Masjid Cut Meautia, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Tidak hanya menghimbau agar masjid tidak menjadi sarana kepentingan politik praktis. Wisnu juga melakukan koordinasi dengan sebuah kelembagaan yang fungsi dan tugasnya adalah melakukan pembinaan kepada seluruh masjid di Indonesia, yaitu Dewan Masjid Indonesia (DMI).

"Kami juga telah berkordinasi dengan DMI, dimana kita menyepakati untuk melakukan safari Jumat agar kita bisa mengetahui dan bisa memberikan penguatan, serta penyamaan persepsi terhadap apa yang menjadi pikiran kita kepada seluruh pengurus masjid di Indonesia," kata Wisnu.

"Lebih dari itu, kita juga melakukan konsolidasi di beberapa provinsi terhadap para khotib yang memang kita harapkan bisa memberikan ceramah yang sejuk dan menjauhi ceramah-ceramah yang memberikan nilai-nilai ancaman politik praktis," tambah Wisnu.

Sementara itu, dalam pertemuan PB MCMI dengan para pengurus masjid yang digelar di Masjid Cut Meautia, Jakarta. Ada sembilan poin penting yang menjadi pandangan dan himbauan PB MCMI:

  1. Adanya situasi yang sangat dinamis dalam pesta Demokrasi Indonesia dengan Masyarakat yang Hetrogen terdapat ratusan suku bangsa serta agama dan kepercayaan yang berbeda tetap berjalan sesuai dengan regulasi dan koridor yang sudah di tetapkan yang berlandaskan Pancasila UUD 1945.
  2. Bahwa pelaksanaan pemilu yang harus di hormati pada semua pihak dengan mengedepankan persahabatan.persaudaraan dalam kolidor NKRI harus menjadi prioritas.
  3. Penggunaan berbagai cara harus di hindari dalam kontestasi dalam demokrasi untuk menghindari terjadinya benturan dan perselisihan di antara Umat.
  4. Banyaknya kebohongan (Hoak) yang di kedepankan dalam mempengaruhi rakyat harus di hidari hingga rakyat dapat menentukan pilihan bukan berdasar informasi yang salah dan bohong.
  5. Penggunaan rumah ibadah khususya masjid sebai sarana kepentingan politik praktis dan upaya merebut kekuasaan hams di hindari.
  6. Masjid dan Musholah yang berjumlah 1 juta adalah sarana umat islam untuk beribadah dan meningkatkan pengetahuan dan ketakwaan serta masjid harus di makmurkan oleh orang-orang yang beriman (At-Tauba ayat 18).
  7. Adanya upaya menggiring umat islam dalam pelaksanaan pemilu dengan menggunakan masjid sebagai sarana untuk kepentingan politik praktis harus dihindari.
  8. Kami mengajak seluruh rakyat Indonesia khususnya umat islam yang di percaya sebagai takrflir masjid untuk menjaga kesucian masjid sebagai rumah Allah.
  9. Kami mengajak seluruh rakyat Indonesia berdoa untuk pelaksanaan pemilu yang demokraktis sesuai dengan harapan rakyat Indonesia.