BREAKINGNEWS.CO.ID - NK, 41, dan TSM, 44, sepasang suami istri (pasutri) diringkus Polsek Kelapa Gading. Keduanya diringkus karena telah menggelapkan dan menjual truk trailer milik PT. Multi Utama Trasido yang mereka bawa. Mereka diringkus di tempat persembunyian di Prabumulih, Sumatera Selatan.

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Jerrold Kumontoy menerangkan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (25/11/2018) sekitar pukul 15.00. Berawal saat pasutri itu melamar kerja di PT tersebut sebagai sopir dan kernet. Kemudian pasutri itu mendapat tugas untuk membawa trailer mengantar besi ulir ke Dumai, Riau.

“Saat itu kedua tersangka berhasil mengantar besi ulir tersebut ke tujuan. Dan itu juga telah diketahui oleh korban atau bos di PT tempatnya bekerja,” kata Jerrold saat gelar pres rilis di Mapolsek Kelapa Gading, Selasa siang (2/7).

Namun, setelah itu dan ditunggu lama, lanjut Jerrold, kedua tersangka tidak kembali lagi ke pool trailer di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Bahkan, kedunya juga tidak dapat dihubungi lagi. Akibatnya, keduanya pun langsung dilaporkan ke Polsek Kelapa Gading, hingga kemudian dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kejadian ini sudah tahun lalu tapi tetap kita lidik. Dan setelah melakukan serangkaian penyelidikan akhirnya kita berhasil mengetahui keberadaannya. Yakni di Prabumulih, Sumatera Selatan,” ujarnya.

Setelah waktunya tepat, sambung Jerrold, pihaknya langsung berkoodinasi dengan polres setempat untuk melakukan penangkapan. Hingga kemudian berhasil meringkusnya pada Minggu (23/6) sekitar pukul 15.00. Keduanya diringkus saat berada di rumah yang disewa sekaligus tempatnya bersembunyi.

“Setelah diintrograsi keduanya mengaku jika truk trailer Mitsubishi B 9837 DM yang dibawanya telah dijua. Trailer itu dijual menjadi beberpa bagian. Yakni seperti kepala, buntut, dan ban yang totalnya seharga Rp 50 juta,” ujarnya.

Truk trailer tersebut, sambung Jerrold, dijual kepada seorang penadah berinisial UJ di wilayah Palembang, Sumatera Selatan. Saat ini pihaknya masih memburu UJ sebagai pelaku penadah barang hasil kejahatan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480 KUHP.

“Dari tersangka juga diamankan BPKP truk trailer tersebut. Akibat ulahnya tersangka akan dijerat Pasal 372 KUHP tentang penggelapan,” ujarnya.

Sementara itu, tersangka NK menerangkan, dia dan istrinya kerja di PT tersebut baru selama 2 bulan. Namun, selama itu dia kerap dituduh oleh bosnya dengan hal yang macam-macam. Termasuk diantaranya banyak menjual barang. Karena itu dia pun akhirnya sakit hati hingga kemudian nekat menjual truk trailer tersebut.

“Pas dibawa memuat trailer itu juga banyak rusaknya karena memang sudah tua. Tapi saat itu masih sampai di tujuan. Giliran pulangnya baru rusak terus di jalanan hingga saya malah banyak ruginya. Karena itu pas sampai di daerah Palembang, langsung dijual menjadi beberpa bagian,” jelasnya.

Dari hasil penjualan trailer itu, dikatakan NK, uangnya digunakan untuk keperluannya sehari-hari. Seperti untuk menyewa rumah dan bayar keperluan anak sekolah. Saat ini uang tersebut pun telah habis. “Pernah juga untuk beli narkoba,” katanya.