BREAKINGNEWS.CO.ID - Pasar merupakan salah satu penopang ekonomi bagi masyarakat di suatu daerah. Biasanya, pasar itu identik dengan keramaian hingga kebisingan. Namun, jika pasar dalam keadaan sepi, tentunya akan berdampak langsung kepada para pedagang. Hingga, dampak terhadap perekonomian juga akan berimbas secara menyeluruh di daerah tersebut.

Seperti halnya kondisi di Pasar Turi, Kota Surabaya, Jawa Timur. Pasar tersebut saat ini tengah mati suri alias sepi pembeli. Para pedagang di pasar tersebut pun menjerit dan mendesak pemerintah kota (Pemkot) untuk segera membenahi persoalan pengelolaan pasar. Dikhawatirkan, jika pasar tersebut tidak segera dibenahi akan berdampak kepada para pedagang, termasuk juga ekonomi di Surabaya.

Salah satu pedagang depot makanan Pasar Turi, Ita Sulistiani meminta Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pun bijak dalam melihat persoalan pengelolaan pasar. “Yang dirugikan ini bukan kami saja, ekonomi Jatim dan ekonomi Surabaya sebenarnya. Nggak ada hubungannya sama investor. Makanya tolong Bu Risma bijak melihat persoalan ini,” kata Ita dalam keterangan yang diterima breakingnews.co.id pada Sabtu (25/8/18).

Ita mengungkapkan, saat ini ribuan pedagang mulai resah dengan kondisi pasar. Karena, nasib mereka seolah digantung oleh Pemkot Surabaya. Terlebih pasca pembangunan gedung baru, para pengunjung tak seramai sebelumnya. Kemungkinankan penyebabnya, lantaran pasar belum difungsikan secara maksimal. “Kita jualan di sini (pasar turi baru) tapi TPS (tempat penampungan sementara) nggak dibongkar. Bagaimana yang disini mau ramai?,” tegas Ita.

Oleh sebab itu, Ita meminta Pemkot Surabaya menertibkan TPS di depan pasar. Agar, para pembeli akan belanja di pasar yang baru dibangun tersebut. Selain itu, Ita berpandangan, tidak dibongkarnya stand, menunjukkan tidak adanya komitmen dan keberpihakan Pemkot Surabaya untuk menjadikan Pasar Turi sebagai pusat aktivitas perekonomian. “Izin operasional juga belum keluar, padahal kami sudah bertahun-tahun mengisi (stand gedung),” imbuhnya.

Saat dirinya mengeluh ke pihak pengelola terkait kendala, ternyata pihak pengelola tidak bisa berbuat banyak, lantaran terkendala izin. “Tolong keluarkan izin pasar ini agar dikelola maksimal,” tutupnya.

Diketahui, serah terima kios berlangsung sejak Desember 2014 sampai awal 2015. Kemudian, jumlah stand di Pasar Turi Baru yang sudah selesai dibangun sebanyak 6.400 unit. Dari jumlah itu, sebanyak 4.500 unit kios telah terjual ke pedagang diantaranya 3.600 unit ke pedagang lama dan 900 unit pedagang baru.