BREAKINGNEWS.CO.ID - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menguat seiring optimisme pasar akan pulihnya ekonomi baik global maupun domestik. Pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6/2020) pagi WIB,  IHSG menguat 42,56 poin atau 0,84 persen ke posisi 5.113,13. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 6,03 poin atau 0,76 persen menjadi 801,31.

"Penguatan bursa AS, serta sentimen domestik berupa peningkatan cadangan devisa Mei 2020  dan pembukaan bertahap aktivitas ekonomi pasca-PSBB, menjadi sentimen pendukung optimisme pasar hari ini," tulis Tim Riset Samuel Sekuritas di Jakarta, Selasa (9/6)  
IHSG diproyeksikan masih melanjutkan penguatan, namun investor disarankan agar berhati-hati sebab rawan aksi ambil untung.

Semalam bursa AS ditutup menguat. Indeks Dow Jones naik 1,7 persen, Indeks S&P 500 menguat 1,2 persen, dan Indeks Nasdaq naik 1,1 persen.

Pelaku pasar tampaknya optimis dengan pembukaan kembali ekonomi. Kota New York resmi dibuka kembali Senin (8/6) kemarin dan terlihat pemesanan di berbagai restoran serta tingkat okupansi hotel mulai meningkat.

Dari Asia, perdagangan kemarin bursa ditutup menguat. Sementara IHSG ditutup menguat 2,48 persen ke level 5.070 di tengah aksi beli bersih (net buy) asing sebesar Rp83,1 miliar di pasar reguler.

Bank Indonesia mencatat cadangan devisa pada Mei 2020 sebesar 130,5 miliar dolar AS, naik 2,6 miliar dolar AS dibandingkan April 2020 sebesar 127,9 miliar dolar AS.

Bursa saham regional pagi ini antara lain Indeks Nikkei melemah 146,72 poin atau 0,63 persen ke 23.031,38, Indeks Hang Seng naik 317,62 poin atau 1,28 persen menjadi 25.094,39, dan Indeks Straits Times menguat 29,63 poin atau 1,06 persen ke 2.826,6.

Rupiah

Reaksi serupa juga terjadi di pasar uang atau valas.  Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa diproyeksikan masih berpeluang menguat seiring pembukaan kembali kegiatan ekonomi di banyak negara, termasuk Indonesia.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa, mengatakan meskipun rupiah sedikit melemah kemarin terhadap dolar AS tapi belum menghilangkan potensi penguatan hari ini.
 "Sentimen positif terkait pembukaan ekonomi kembali di tengah pandemi masih membayangi pergerakan harga aset berisiko," ujar Ariston.

Pada Senin (8/6) kemarin, lanjut Ariston, bursa saham global menguat karena sentimen positif tersebut.

Menurut Ariston, pasar berekspektasi ekonomi akan segera pulih dengan pembukaan ekonomi. Data tenaga kerja AS yang positif Jumat (5/6) lalu menjadi salah satu bukti awal.