BREAKINGNEWS.CO.ID - Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin merasa optimis apabila anggota DPRD DKI Jakarta akan menyetujui pemberian anggaran Penyertaan modal daerah (PMD) dalam APBD-Perubahan 2010. Di mana PD Pasar Jaya meminta anggaran PMD sebanyak Rp166 miliar. “Kalau hasil bahasan komisi B dan C disetujui. Tinggal di Banggar saja, kalau di Banggar kan sebenarnya tinggal ketuk palu. Namun jika tidak rapi di komisi B dan C pastinya tidak disetujui,” kata Arief saat dihubungi, Jakarta, Sabtu (8/9/2018).

Pasca mengikuti rapat badan anggaran (Banggar), ia meyakini proposal yang diajukannya sudah rapih dan jelas tujuan dari permintaan PMD sehingga kemungkinan besar Banggar akan menyetujuinya.  “Terakhir kita meyakinkan, dan memang harus ada karena kan soal stabilitas pangan. Kalau buku kita sedang meningkatkan minat baca untuk masyarakat. Terus buku-buku yang memang dirasa masih kurang dan bacaan harus ditambah. Jadi peranannya udah bener,” jelas Arief.

Keyakinan PD Pasar Jaya semakin kuat melihat adanya beberapa anggota dewan menyetujui alasan ikut mengajukan PMD di APBD-Perubahan 2018. Terlebih selama ini tujuan dari pengajuan dana tidak lain memenuhi kebutuhan pangan warga Jakarta khususnya yang mendapat Kartu Jakarta Pintar (KJP). “Harus optimistis, orang kita kerjanya untuk masyarakat dan pemerintah. Itu kan ngomongin pangan dan bicaranya perut orang. Kalau distribusinya lancar bagaimana,” papar dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik mengatakan anggota dewan tidak menyetujui adanya anggaran Rp11 triliun dalam APBD-Perubahan 2018 untuk Penyertaan modal daerah (PMD) terhadap delapan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta. “Ditolak kan anggaran masa Rp11 trilun belanja PMD,” singkat Taufik di kantor DPRD DKI Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (4/9/2018).

Pemolakan PMD itu tidak hanya untuk satu atau dua BUMD melainkan seluruh BUMD yang mengajukan PMD pada APBD-Perubahan. Penolakan itu dilakukan melihat tidak tercapainya target para BUMD saat masih diberikan PMD tahun lalu, bahkan hingga kini belum jelas uang tersebut dialokasikan ke mana saja.