BREAKINGNEWS.CO.ID-Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan segera membentuk badan bersama atau lembaga yang berfungsi nantinya menguji para calon Wakil Gubernur DKI Jakarta. Di mana calon Wagub DKI akan diajukan dua nama dari PKS sendiri.

Menghadapi fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan) adapun sejumlah soal yang akan diujikan diantaranya pengetahuan umum mengenai Jakarta, seberapa dalam mengetahui tata pemerintahaan dan visi serta misi Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

“Kan dia (Cawagub) hanya melaksanakan dan melanjutkan program visi misinya gubernur sama RPJMD-nya. Dia harus paham itu RPJMD gubernur,” ungkap Ketua DPD DKI Partai Gerindra Muhammad Taufik saat dikonfirmasi, Jakarta, Sabtu (10/11/2018).

Oleh sebab itu Taufik meminta pada kedua Cawagub DKI sebelum menjalani fit and proper test supaya belajar dengan baik terhadap tiga topik ujian yang sudah dipaparkan. Hal itu menghindari kesalahan setelah resmi menjadi Wagub DKI.

“Iya harus belajar dong soal visi misi gubernur, jangan-jangan dia nggak paham lagi, nanti gimana melaksanakan. Padahal programnya gubernur itu bersandar pada RPJMD yang didalamnya ada visi misi,” ungkap Taufik.

Terkait pernyataan PKS tentang fit and proper test justru membuang waktu, Taufik secara terang-terangan membantah hal itu. Ia menganggap fit and proper test sudah menjadi aturan yang ada di dalam partai Gerindra.  “Bukan dong, kan yang mengusulkan nanti dua partai masa saya tanda tangan nggak tahu orangnya,” pungkas dia.

 

Partai Gerinda telah memutuskan untuk memberikan kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) demi mengamankan Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Meski begitu, ada aturan lain untuk bisa mendapatkan Wagub DKI baru yakni para calon harus mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test).

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai pengusung sudah menyiapkan dua calon yakni Agung Yulianto yang tengah menjabat di partai sebagai Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Wilayah PKS DKI Jakarta dan Ahmad Syaikhu adalah mantan Wakil Wali Kota Bekasi mendampingi Rahmat Effendi.