BREAKINGNEWS.CO.ID – Secara tidak resmi Partai Demokrat menyatakan akan mendukung secara bulat pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Mereka siap mendukung pemerintah untuk lima tahun ke depan. Namun, menurut dia, dukungan itu belum dinyatakan secara resmi.

Menurut Ferdinand, partainya telah memutuskan mendukung pemerintah setelah istri Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, meninggal dunia. "Ya itu sikap resmi dan opsi terdepan. Tapi semua kembali ke Pak Jokowi," kata Ferdinand, Senin (12/8/2019). "Kapan? Sikap itu sudah resmi diputuskan pasca-40 hari berkabung Demokrat meski tak diumumkan secara resmi, karena menunggu disampaikan secara formal pada saat yang tepat," ucapnya.

Ferdinand juga mengatakan, saat ini partainya masih menjalin komunikasi intens dengan partai-partai dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) dan Jokowi. Ia mengatakan, Partai Demokrat siap membantu pemerintah jika Presiden terpilih Joko Widodo mengajak bergabung.

"Saya tegaskan kembali bahwa semua ini nanti kita kembalikan kepada Pak Jokowi sebagai pemegang hak konstitusionalnya," ucap Ferdinand. "Kami percaya dan yakin bahwa Pak Jokowi mampu menyusun dan merumuskan siapa-siapa yang akan Beliau ajak dalam pemerintahannya nanti."

Selain itu Ferdinand juga menyatakan  sikap resmi Partai Demokrat untuk mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf akan disampaikan secara resmi oleh Ketua Umum, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Akan disampaikan secara resmi pada saat yang tepat nanti, baik oleh Ketum (SBY) langsung atau oleh Sekjen (Hinca)," kata Ferdinand.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan, dukungan Partai Demokrat untuk pemerintahan Jokowi-Ma'ruf belum diputuskan oleh Majelis Tinggi Partai. Syarief mengakui mayoritas kader partai memang menginginkan bergabung dengan koalisi pemerintah. Namun, ada juga yang menolak usul mendukung pemerintah.

"Ya belum diputuskan sama majelis tinggi, Memang kan pembicaraan kan di antara kader kan ada yang mau masuk ada yang tidak," kata Syarief saat dihubungi, Senin (13/8/2019). Menurut Syarief, komunikasi yang dibangun bersama Jokowi sangat baik. Akan tetapi, partainya masih mempertanyakan apakah partai-partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) mau menerima penambahan partai.

"Ya kalau dengan Pak Jokowi sudah bagus. Nah cuma Pak Jokowi ada partai-partai koalisinya. Nah yang menjadi pertanyaan apakah partai koalisi itu juga sangat welcome terhadap penambahan koalisi dari Partai Demokrat. Karena kan bagaimana pun juga kan unsur kebersamaan itu kan patut dibangun," ujar Syarief.

Selanjutnya, Syarief berpendapat, secara implisit partai-partai pendukung Jokowi-Ma'ruf tak mempermasalahkan jika Partai Demokrat bergabung dengan pemerintah. "Kalau secara implisit sih mereka oke oke juga. Tetapi ini kan perkembangan politik kan bergulir terus. nah tentunya secara individu secara parsialkan tidak bisa menjadi patokan kan. Harus kolektif," kata dia.