JAKARTA – Keputusan Presiden Amerika Serikat terkait Yerusalem menimbulkan kemarahan kelompok paramiliter Irak. mereka mengatakan bahwa ini merupakan alasan yang sah untuk menjadikan tentara AS di Irak sebagai target serangan. Ancaman itu dilontarkan kelompok paramiliter Syiah Irak, Harakat Hizbullah al-Nujaba, Kamis (7/12/2017).

“Keputusan bodoh Trump akan menjadi percikan besar untuk menyingkirkan entitas ini (Israel) dari tubuh bangsa Islam, dan alasan yang sah untuk menargetkan pasukan Amerika,” kata Akram al-Kaabi, pemimpin organisasi bersenjata Irak tersebut.

AS, yang memimpin operasi berskala besar melawan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Irak, memiliki sekitar 5.200 tentara di negara tersebut . Data terbaru itu berasal dari Departemen Pertahanan AS.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Trump semalam mengumumkan kalau AS secara resmi mengakui Yerusalem menjadi Ibu Kota Israel. Selanjutnya, Kedutaan Besar AS di Israel juga akan dipindah dari Tel Aviv ke Yerusalem.

“Saya telah menetapkan bahwa sekarang saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel,” kata Trump dalam pidatonya di Gedung Putih.

“Sementara presiden sebelumnya telah membuat janji kampanye besar ini, mereka gagal menyampaikannya. Hari ini, saya mengantarkan,” ujarnya.

Keputusan Trump ini ditolak masyarakat internasional, termasuk Indonesia. Negara-negara Muslim bahkan memperingatkan bahwa keputusan Trump akan memicu kekerasan besar di Timur Tengah.