BREAKINGNEWS.CO.ID – Penyelenggara pertemuan acara diskusi yang mengambil tajuk  'Syiar dan Silaturahim Kekhalifahan Islam se-Dunia 1440 H' ngotot untuk menyelenggarakan acara walau mendapat tentangan banyak pihak dan tak mendapatkan izin dari pihak kepolisian.

Dikatakan oleh  Wuri Handoyo, selaku Koordinator Seksi Publikasi dan Informasi penyelenggara diskusi bertajuk 'Syiar dan Silaturahim Kekhalifahan Islam se-Dunia 1440 H', pihaknya masih mencari solusi untuk menyelenggarakan acara tersebut.

Penurutnya, panitia bertekad agar acara tetap terselenggara dalam bentuk apa pun pada 17 hingga 18 November karena pihaknya sudah telanjur menyebar undangan. "Belum ada solusi, tapi kami punya tekad acara tetap berjalan 17 hingga 18 November, bagaimana pun bentuknya nanti," kata Wuri, Selasa (13/11).

Dia menyebut masalah dalam rencana penyelenggaraan diskusi ini mulai datang sejak pekan lalu setelah pihak pengelola tempat yang akan digunakan untuk penyelenggaraan diskusi, Masjid Az-Zikra, meminta panitia untuk melampirkan surat rekomendasi dari polisi.

Padahal, lanjut dia, awalnya panitia hanya diminta untuk pihak pengelola Masjid Az-Zikra untuk memberikan surat pemberitahuan ke Polres Bogor saja.

Menyikapi hal tersebut, pihaknya pun telah berupaya melakukan audiensi dengan polisi hingga ke Markas Besar (Mabes) Polri. Namun, kata Wuri, rekomendasi yang dibutuhkan tidak didapat hingga saat ini. "Kami audiensi ke polsek, polres, polda dan mabes Polri yang sampai hari ini surat rekomendasi itu belum keluar," tuturnya.

 

Dia melanjutkan pihak kepolisian pun telah mengarahkan pihaknya untuk berpindah lokasi ke Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur dan Masjid Istiqlal. Namun, katanya, kedua lokasi tersebut sudah digunakan oleh pihak lain. "Sampai kemarin malam polisi telepon kami bilang coba ke Buperta Cibubur, tapi sudah kami survei ke sana ternyata ada acara di sana. Terus diarahkan ke Masjid Istiqlal tapi ternyata enggak bisa juga," ucap dia.

Pihaknya menyanggah anggapan sebagian pihak bahwa acara tersebut berkaitan dengan  ideologi khilafah untuk mengganti sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari Pancasila.

Dia mengklaim acara diskusi ini hanya bertujuan untuk bersilaturahmi dan meluruskan pandangan soal khilafah. "Kami yang penting sudah sampaikan maksud kami silaturahim, maksud kami untuk meluruskan ini tentang khilafah, karena opini khilafah itu merebut kekuasaan padahal bukan seperti itu," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Polres Bogor Ajun Komisaris Besar AM Dicky mengatakan diskusi yang akan mengangkat tema 'Titik Awal Kebangkitan Islam Dunia' tersebut dinilai berkaitan erat dengan ideologi khilafah untuk mengganti sistem pemerintahan NKRI dari Pancasila. Menurut dia, dugaan itu ditemukan polisi usai melakukan pengecekan terhadap undangan dan permohonan izin acara diskusi serta berkoordinasi dengan pihak Masjid Az-Zikra. "Dari hasil pengecekan dan penyelidikan polisi, kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut sangat berkaitan erat dengan khilafah," kata Dicky dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (13/11).