BREAKINGNEWS.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali melontarkan pernyataan sebagai ekspresi kejengkelan atas serangan dan tudingan kepada dirinya. Jokowi menyebut kalau ada pihak yang sedang melancarkan 'Propaganda Rusia'.

Di Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (3/2/2019), Jokowi menyebut ada pihak-pihak yang menggunakan jasa konsultan politik dari luar negeri untuk Pemilu 2019. Konsultan politik itu disinyalir menjalankan strategi 'Propaganda Rusia'.

"Teori Propaganda Rusia yang dimaksudkan presiden adalah strategi yang dilancarkan dengan semburkan dusta sebanyak-banyaknya, semburkan kebohongan sebanyak-banyaknya, semburkan hoaks sebanyak-banyaknya, sehingga rakyat jadi ragu," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, Sabtu (9/2/2019).

Menurut Pangi, capres petahana ini tidak terima dengan tudingan 'antek asing' yang selalu dialamatkan kepada dirinya sejak beberapa tahun terakhir. "Jokowi balik menyerang dengan mempertanyakan siapa sesungguhnya yang antek asing dengan menuding kelompok lain menggunakan konsultan luar negeri dengan strategi 'Propaganda Rusia'," ujarnya.

"Namun bila kita cermati 'Propaganda Rusia' dengan penyebaran secara massif kebohongan/dusta/hoax tidak bisa dituduhkan hanya kepada satu kelompok/kubu saja. Dugaan kita, jangan-jangan kedua kubu melakukan hal yang sama, sama-sama pernah pakai konsultan asing, sama-sama menyemburkan hoax, sama-sama menyebarkan fitnah. Sangat naif rasanya menganggap kelompoknya paling bersih dari penyebaran berita bohong, lalu menuduh kelompok lain sebagai pelaku tunggal," ungkap Pangi.

Seperti diberitakan sebelumnya, merespon pernyataan Jokowi tersebut, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso juga turut menanggapi tudingan kubu 01 terkait dengan penggunaan konsultan asing atau propaganda ala Rusia. Menurutnya, calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) agak ceroboh.

"Jadi kali ini mohon maaf saya harus mengatakan Pak Jokowi agak ceroboh. Pernyataan beliau mengagetkan dan ternyata dibantah oleh Kedutaan Besar Rusia. Bahkan Pak Duta Besar sendiri menyampaikan rasa tidak nyamannya ketika Rusia disebut-sebut dalam konotasi yang tidak baik karena berhubungan dengan hoax dan seterusnya," kata Priyo kepada wartawan saat ditemui di kantor KPU RI di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019).

"Karena itu ya, kami tim BPN 02 termasuk saya agak prihatin presiden tergesa-gesa dan grasa grusu menyampaikan itu yang kita khawatir akan memengaruhi hubungan baik antara kedua negara. saya tidak tahu kalau nanti akhirnya presiden Putin membaca itu dan saya dengar beberapa pers utama di Rusia sudah memberitakan ini. Saya nggak tau apakah nanti ada dampak yang tidak baik dari hubungan kedua negara. mudah-mudahan ini segera bisa dikoreksi oleh beliau, oleh Pak Jokowi," sambungnya.

Dirinya pun membantah jika pihaknya selama ini menggunakan kosultan asing. Dirinya berseloroh, jika konsultan yang digunakannya yakni konsultan Bojong Koneng (nama desa tempat Prabowo Subianto tinggal di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat).