BREAKINGNEWS.CO.ID - Analisis politik dari Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai jika pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto menarik untuk dicermati. Menurut Pangi, Prabowo ingin memperlakukan SBY secara khusus.

"Pertemuan SBY dan Prabowo ini menarik untuk kita cermati. Saya kira Prabowo ingin memperlakukan khusus SBY. Bagaimana pun SBY ini pernah berkuasa 10 tahun, sedikit banyaknya Prabowo bisa menjadikan SBY sebagai mentor politiknya," kata Pangi kepada breakingnews.co.id saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Jum'at (21/12/2018) malam.

Berdasarkan alasan dari pertemuan kedua tokoh tersebut dengan membahas bahan persiapan Pilpres 2019, sangat jelas jika Prabowo ingin belajar dari SBY soal konten dan bahan debat.

"Walaupun ini bukan kali pertama bagi Prabowo mengikuti debat pilpres, ini panggung debat ketiga bagi Prabowo. Saya ingin melihat begini, Prabowo ingin memperlakukan khusus SBY. SBY ini kan ingin juga dianggap dan diperlakukan istimewa," tuturnya. "Wajar beliau pernah jadi presiden selama 10 tahun dan Prabowo menyadari betul hal tersebut," imbuh Pangi.

Selain itu, lanjut Pangi, untuk membuka gembok Jawa Timur, kuncinya ada sama SBY. Ia menilai jika bekas tangan SBY cukup besar di Jatim. "Prabowo ingin membuat pertarungan. Berimbang di Jateng namun bisa menang di Jatim, kunci kemenangan di Jatim ada sama SBY," terangnya.

Pangi yang juga Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu mengatakan jika harapan Prabowo sederhana, bagaimana SBY turun gunung mengkampanyekan Prabowo di Jateng. SBY sendiri juga menyadari dan kian sadar berada pada posisi di tengah tidak ada manfaat bagi partainya. "Sehingga SBY memainkan sikap politik yang lebih jelas. Posisi SBY jelas berada di Prabowo," pungkas Pangi.

Seperti diberitakan sebelumnya, SBY) mengatakan jika pilpres dan pileg di Pemilu 2019 dinilai penting. Untuk itu, dirinya dan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto hari ini menggelar pertemuan.

"Kami tentu ingin Pak Prabowo menang, tapi Demokrat dan Gerindra juga harus sukses di pileg," kata SBY dalam konferensi persnya dihadapan media di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jum'at (21/12/2018).

"Oleh karena itu, ini kesempatan penting setelah tiga bulan tak melakukan pertemuan. Kami punya pandangan bersama dalam peluang ini yaitu suksesnya Pilpres dan Pileg," ujar SBY.

Dalam menyukseskan pileg dan pilpres, SBY pun tak menampik jika dibutuhkan sinergi, koordinasi dan kerjasama yang baik.

"Inilah strategi kami untuk memenangkan pemilu. Tadi kami juga sepakat mulai Januari hingga April 2018, akan fokus utamanya adalah Pak Prabowo untuk menjelaskan kepada rakyat yang akan memilih nanti siapa presiden dan wakil presidennya. Yang akan disampaikan lebih pada visi misi serta program untuk memenuhi harapan rakyat," terangnya.

"Saya sampaikan ke Pak Prabowo, menurut Demokrat setelah keliling daerah apa yang diharapkan rakyat dipenuhi. Saya senang kampanye Pak Prabowo pada Januari akan lebih fokus pada solusi atau jawaban untuk kebutuhan rakyat," imbuhnya.