BREAKINGNEWS.CO.ID - Palestina turut diundang ke dalam konferensi perihal Timur Tengah yang akan diselenggarakan Polandia pada pekan depan. Hal tersebut dikatakan oleh seorang pejabat tinggi Amerika Serikat.

Akan tetapi, pejabat-pejabat tinggi Palestina, yang dikutip Minggu (10/2/2019) menegaskan mereka tidak akan hadir. Menurut pejabat Amerika itu, dalam konferensi dijadwalkan penasihat senior Gedung Putih, Jared Kushner, akan memaparkan rencana perdamaian antara Palestina dan Israel. Presiden Palestina, Mahmoud Abbas menyarankan Amerika Serikat agar membatalkan keputusannya mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memulihkan bantuan kepada bangsa Palestina.

Abbas mengemukakan alasan bahwa kedua isu itu merongrong usaha untuk mewujudkan solusi dua negara terhadap konflik yang sudah lama berlangsung. Menurut Kementerian Luar Negeri Amerika, lebih dari 40 negara diundang ke konferensi itu yang akan diadakan di Warsawa dari tanggal 12 hingga 14 Februari 2019 mendatang.

Abbas: Israel Hambat Perkembangan di Timur Tengah

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas mengemukakan di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada Selasa (15/1) lalu bahwa Israel menghambat perkembangan di Timur Tengah karena menduduki wilayah Palestina, dan ia kembali berseru bagi pendirian negara Palestina merdeka. Mahmoud Abbas mengemukakan hal ini dalam upacara serah-terima jabatan ketua Kelompok 77 dan Cina dari Mesir kepada Palestina di markas PBB, New York. Palestina berstatus peninjau di PBB tetapi dengan mengetuai kelompok terbesar negara berkembang di badan dunia itu profilnya naik.

Di hadapan hadirin Abbas mengatakan "kolonisasi dan pendudukan Israel yang berlanjut di negara Palestina merongrong pembangunan dan kemampuan Palestina untuk bekerjasama dan berkordinasi dan menghambat pembangunan masa depan yang terpadu bagi semua bangsa di kawasan". Seterusnya Abbas mengatakan, ia komit pada "penyelesaian damai dan mengakhiri pendudukan serta perwujudan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem timur sebagai ibukotanya, hidup berdampingan secara damai dan aman dengan negara Israel".

Abbas memutuskan hubungan dengan pemerintahan Trump dan berikrar akan menentang tiap usul perdamaian dari Amerika, yang ia katakan bakal bias memihak Israel. Majelis Umum PBB tahun lalu mengadopsi resolusi memberi negara Palestina peninjau hak untuk menjadi ketua Kelompok 77 yang beranggota 134 negara di PBB.

Amerika menentang pemberian hak itu dengan argumen Palestina tidak harus dibolehkan menduduki jabatan ketua Kelompok 77 sebab bukan anggota penuh PBB. Palestina berstatus peninjau dan bukan anggota penuh PBB tetapi diberi beberapa keistimewaan tertentu seperti boleh ikut dalam perjanjian internasional tetapi tidak mempunyai hak suara di Majelis Umum PBB.