BREAKINGNEWS.CO.ID -Ada pengakuan mengejutkan dilontarkan oleh pemilik pabrik pembuatan liquid vape yang mengandung narkoba di kawasan Kelapa Gading dan Basura yang dibongkar polisi. TY, si pemilik pabrik narkoba, mengkau sudah sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengkonsumsi ganja.

"Sudah suka ganja, saya suka musik-musik reggae segala macam itu pas saya masih SMP. Sudah 15 tahun yang lalu," ujar TY di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumar (9/11/2018).

Pria berstatus Narapidana Rumah Tahanan Klas I Cipinang itu menyebut dirinya tidak menjual ganja, tapi hanya ekstraksinya saja. Sebelum beralih ke binsis haram, TY mengaku awalnya dia mengekstraksi ganja guna kesehatan medis berdasarkan yang dia ketahui dari membaca.

"Awal mulanya saya ngeliat di luar (Indonesia) itu banyak manfaat dari ekstraksi ganja. Jadi kalau kita lihat ganja, sebenarnya banyak sekali manfaat dari ganja tersebut. Tapi, dengan dosis yang pas,” kata TY.

TY, sudah hisap ganja sejak SMP.

Dia menjelaskan, bila digunakan dalam dosis yang tepat, ekstraksi ganja sebenarnya bermanfaat baik untuk mengaktifkan endokanabinoit sistem, atau untuk meredam stress. Alat-alat yang digunakannya untuk meracik ekstraksi ganja didapat dari hasil menjual tembakau gorilla sebelum melakukan bisnis ini.

Sedangkan menjual liquid vape yang mengandung narkoba baru dia geluti sejak empat bulan yang lalu. Untuk liquid vape yang mengandung methylenedioxy methamphetamine (MDMA), lanjutnya bukan dia yang membuat, tapi anak buahnya yang lain.

"(Sekali produksi) waktu itu saya 700 mililiter. Dibagi 2 mililiter (perbotol). (Merk liquid) Saya Caricus dan Bananacus. Kalau Caricus sudah beredar lama, kalau Bananacus baru selesai (produksi) tapi sudah dibongkar," ujar TY.

Adapun istri TY, DW yang juga ditangkap karena membantu suaminya dalam bisnis haram itu mengaku nekad membantu hanya karena ingin jadi istri yang baik.

'"Sebagai istri disuruh sama suami (patuh) gitu kan kalau enggak dilakuin dia marah," ucapnya.

DW juga menjelaskan kalau dalam bisnis haram tersebut dirinya hanya berperan mentransfer sejumlah uang yang diperuntukan membeli peralatan dan bahan-bahan dalam pembuatan liquid vape narkoba. Dia juga mengaku sebenarnya sudah kerap mengingatkan suaminya untuk berhenti melakukan bisnis haram itu.

"Saya sudah berapa kali bilang untuk stop (bisnis tersebut) apa segala macem, karena keluarga yang kena imbas. Saya sudah punya anak dua, laki-laki semua. Saya enggak tahu, sekarang yang jaga orang tua," kata DW.

Pasangan suami istri itu dicokok aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya yang membongkar rumah produksinya di kawasan elite Jalan Janur Elok VII, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Rumah itu dipakai sebagai laboratorium liquid vape yang mengandung methylenedioxy methamphetamine (MDMA). Tiap bulannya, tempat itu menghasilkan miliaran rupiah dari bisnis haram tersebut.

Polisi pun menyita bahan baku untuk membuat liquid vape mengandung narkoba ini. Dalam kasus ini, sebanyak 18 orang tersangka diciduk termasuk otak bisnis haram tersebut berinisial TY yang merupakan seorang narapidana di Rumah Tahanan Klas I Cipinang.