BREAKINGNEWS.CO.ID - Polda Metro Jaya melarang organisasi masyarakat (ormas) meminta Tunjangan Hari Raya (THR) kepada perusahaan dengan paksaan ataupun dengan cara memeras. Jika ada yang melakukan bisa terkena pasal pidana.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Yusri Yunus mengatakan selama proses pencairan THR itu disetujui kedua belah pihak dan tidak terjadi kekerasan, maka hal itu sah sah saja.

“Selama ada take and gift nggak ada masalah lah, tapi kalau memulai dengan ada paksaaan dan keharusan ya baru tidak boleh,” ujar Yusri di konfirmasi, Rabu (13/5/2020).

Yusri menjelaskan, sebuah perusahaan tidak ada kewajiban memberi THR kepada ormas. Oleh karena karena itu, perusahaan tak perlu terbebani jika ada ormas yang meminta THR.

Kendati demikian, ormas tidak dilarang mengirim surat permintaan THR kepada perusahaan. Dengan catatan tidak ada paksaan di dalamnya. Dan ketika perusahaan tidak mengeluarkan THR yang diminta, ormas tersebut pun tidak boleh berbuat anarkis atau memaksa agar diberi THR.

“Nah yang jadi masalah itu kalau minta THR ke pengusaha tapi ormasnya memukul, nah itu pidana,” ujarnya.

Kendati demikian, sejauh ini Polda Metro Jaya belum menerima adanya laporan ormas memaksa meminta THR kepada perusahaan. Polisi berharap ormas tidak melakukan cara-cara kotor seperti itu. Mengingat pada zaman sekarang segala sesuatu sudah sangat terbuka dengan informasi.

“Kalau memaksa dia (ormas) pasti juga mikir lah pasti. Kalau memaksa zaman sekarang pasti nanti dikenal (viral, Red) lah dan kalau dilaporin (ke polisi) sama yang diteror juga,” pungkas Yusri.