BREAKINGNEWS.CO.ID - Ponsel dengan bezel tipis saat ini sepertinya tengah menjadi incaran para produsen ponsel. Hal ini menyusul langkah Apple yang telah meluncurkan iPhone X dengan pinggiran (bezel) yang sangat tipis. Kini giliran Oppo yang menelurkan ponsel serupa, dengan merilis seri terbaru "Find", yakni Find X. Seperti dilansir CNET, Rabu (20/6/2018), perusahaan asal Cina itu meluncurkan Find X dalam sebuah acara di Museum Louvre, Paris, Prancis, pada Selasa (19/6/2018).

Find X meluncur dengan mengonfirmasi rumor yang keluar pada awal bulan ini bahwa desainnya bakal futuristik. Perangkat Find X menggabungkan sejumlah ide desain yang berbeda dengan perangkat lainnya, layar bezelless dan tidak berponi. Selain itu, Oppo juga menambahkan beberapa trik baru sehingga ponsel dengan layar berukuran 6,4 inci ini masih bisa digenggam dengan satu tangan.

Tidak seperti perangkat Android lainnya yang masih menyisakan ruang untuk poni, layar Find X justru bebas dari notch dan hanya menyisakan bingkai yang sangat tipis. Find X memiliki rasio screen-to-body sangat luas, 93,8 persen, atau lebih tinggi dari ponsel anyar Vivo Nex yang memiliki rasio layar hanya 91,2 persen.

Untuk pertama kalinya, Oppo mengusung konsep layar dual-edge-curved alias layar melengkung pada kedua sisi Find X. Bentuk layar seperti ini sudah lama diterapkan Samsung pada ponsel flagship-nya. Dan Find X memang mirip dengan Samsung Galaxy S9, tapi ponsel terbaru Oppo mengusung bingkai tipis. Meski begitu, Oppo tetap menampilkan hal menarik demi menempatkan bingkai tipisnya. Oppo membuat ruang tersembunyi di balik layar untuk kamera depan dan speaker telepon.

Kedua komponen tersebut baru akan muncul saat diperlukan saja. Kamera belakang Oppo Find X pun ikut tersembunyi bersama modul kamera depan saat tidak digunakan. Saat Anda mengaktifkan Find X dan membuka aplikasi kamera, seluruh bagian atas ponsel akan tertarik sambil memperlihatkan pop-up kamera depan 25MP dan kamera belakang ganda 16MP + 20MP. Oppo menjamin kamera dapat dibuka hanya dalam 0,5 detik.

The Verge (19/6) menilai penggeser kamera mekanis adalah sebuah ide yang keren sekaligus menyeramkan. Menambahkan bagian mekanis ke ponsel adalah manuver retrogade yang rentan masalah. Pertama, ponsel modern menawarkan berbagai tingkat ketahanan terhadap air atau debu. Bagaimana bila kamera sedang aktif, ada percikan air masuk ke dalamnya? Apalagi Find X tidak dilengkapi fitur tahan air dan debu bersertifikasi IP68.

Kedua, kebanyakan orang ingin menggunakan cover pelindung pada ponsel dan slider itu tampaknya akan menjadi sesuatu yang merumitkan. Debu, serat, keringat, dan segala jenis partikel yang tidak diinginkan bisa masuk ke dalam modul slider.

Dan menurut Vlad Savov akan ada masalah terbesar bagi siapapun yang menyukai kamera pada ponsel. Kamera depan dan belakang yang tersembunyi di balik layar tidak menyisakan ruang apapun untuk menyertakan alat tambahan seperti lensa khusus atau berkualitas tinggi.

Alasan iPhone X dan sebagian besar ponsel lain memiliki tonjolan pada kamera adalah sebuah perhitungan fisika sederhana. Peralatan foto terbaik membutuhkan kedalaman agar sesuai dengan array lensa. Jadi dengan inovasi ala Oppo, konsumen diharapkan tidak berharap terlalu tinggi pada kamera Find X.

Pada otak pemrosesan Find X terdapat chip termutakhir, Qualcomm Snapdragon 845 dan cip grafis (GPU) Adreno 630. Ponsel ini juga dibekali RAM dan penyimpanan internal yang besar, yakni RAM 8GB dan penyimpanan 256GB. Sebagai penunjang, Find X dibekali baterai berkapasitas 3.730 mAh dengan pengisian kabel cepat VOOC.

Soal keamanan, Find X tidak memiliki sistem identitas pemindai sidik jari apapun. Namun, Find X menerapkan sistem keamanan berbasis pemindaian wajah 3D yang ditempatkan di dalam kamera pop-up depan. Pemindai wajah 3D itu dinamakan O-Face.

Oppo mengklaim bahwa tingkat kegagalan O-Face adalah satu dari sejuta, sementara pemindai sidik jari adalah satu dari 50.000. Bahkan, seperti dilansir Tech Radar (20/6/2018), O-Face diklaim bisa bekerja dengan baik di ruangan gelap berkat tambahan sensor inframerah di dalam kamera.

Untuk mengaktifkannya, hidupkan telepon, geser layar ke atas, dan bagian atas telepon akan menyala, memindai wajah Anda, dan membuka kunci ponsel. Adapun perangkat lunaknya, Find X menjalankan Android 8.1 Oreo dengan kustom Colos OS 5.1.

Find X juga termasuk dalam program Android P beta, yang memungkinkan Anda mencoba versi Android berikutnya sebelum diluncurkan publik secara resmi. Namun, Anda musti berhati-hati lantaran OS tersebut masih berstatus beta sehingga kemungkinan memiliki cukup banyak bug.

Oppo akan membanderol Find X yang akan tersedia dalam warna Bordeaux Red dan Glacier Blue, pada 999 euro (sekitar Rp16.327.399) untuk versi 256GB dengan pengisian cepat VOOC (konfigurasi harga dan spesifikasi dapat berbeda di setiap negara). Harga itu Itu setara 1.159 dolar AS atau £879.

Ada juga edisi ponsel Lamborghini yang akan dijual seharga 1.599 euro (sekitar Rp26,1 juta). Dengan harga setinggi itu, Anda akan mendapatkan penyimpanan internal yang lebih besar hingga 512GB, serat karbon bertekstur pada bodi ponsel, dan pengisian super cepat VOOC. Edisi ini hampir mirip dengan Huawei yang bermitra dengan Porsche.

Find X akan dijual secara global pada bulan Agustus 2018 dan tidak sebatas di Asia. Bahkan Oppo juga memastikan Find X pasti masuk ke Indonesia.

Kepastian tersebut diungkap langsung PR Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto usai acara peluncuran Find X di Museum Louvre, Paris, Prancis. Dia mengatakan Oppo Indonesia akan segera membawa ponsel flagship itu ke Tanah Air dalam waktu dekat.

"Pre-ordernya akan dimulai Juli. Barang mulai dikirim ke pemesan Agustus," kata Aryo .

Sayangnya Aryo belum mau mengungkap berapa harga Find X di Indonesia. Kemungkinan besar harga akan lebih murah ketimbang pasar Eropa karena sejumlah ponsel Oppo yang dirilis di Indonesia berharga lebih rendah dibanding pasar sekitar.

"Kita belum menentukan berapa harga Find X. Tapi mudah-mudahan dengan beroperasinya pabrik di Indonesia dan proses sertifikasi yang dipermudah ini bisa bantu membuat Find X berbeda harganya dengan harga yang ditentukan saat peluncuran," pungkas Aryo.