BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendorong PT. Pertamina (Persero) untuk mencabut izin agen atau distributor gas elpiji yang melakukan pengoplosan gas elpiji. 
 
Hal tersebut dikatakan Bambang menyikapi persoalan adanya pengoplosan gas elpiji nonsubsidi 12 kg yang diisi dari 4 tabung gas elpiji subsidi 3 kg di Jakarta dan Tangerang. 
 
Bambang pun mendorong Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui PT. Pertamina (Persero) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Pemerintah Daerah (Pemda) memperketat izin usaha perdagangan untuk menjadi distributor atau agen gas elpiji. 
 
Selanjutnya Bambang mendorong PT. Pertamina (Persero) bersama Kepolisian RI meningkatkan pengawasan dengan melakukan inspeksi mendadak ke distributor dan agen elpiji secara berkelanjutan untuk meminimalisir tindak kriminal pengoplos gas elpiji bersubsidi. 
 
"Mengimbau kepada masyarakat untuk turut aktif atau melaporkan ke Kepolisian RI jika mengetahui adanya distributor atau agen yang mengoplos gas elpiji di lingkungan sekitarnya," ujar Bambang kepada wartawan di Jakarta, Kamis (24/1/2019). 
 

Kepolisian membongkar gudang pengoplosan gas elpiji di kawasan Tangerang Selatan dan Cilangkap, Jakarta Timur. Dari tabung gas 3 kg dioplos ke 12 kg, dengan keuntungan sebesar Rp 135 hingga Rp 150 ribu per tabung.

 
Diketahui, enam orang diamankan jajaran Sumdaling Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya karena mengoplos elpiji 12 kg dengan tabung gas melon alias 3 kg. Keenam pelaku ADN, LA, RSM, KND, KSN dan YEP memasarkan elpiji oplosan itu ke sejumlah warung kelontong di Jakarta.
 
Kasubdit III Sumdaling Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan, satu tabung gas elpiji 12 kg diisi dengan 4 tabung gas 3 kg. Bermodalkan Rp 65.000 hingga 75.000 dan menjual elpiji 12 kg itu dengan harga Rp 135.000.
 
"Dari 1 tabung gas 12 kg akan diisi 4 tabung gas 3 kg, modal mereka Rp 60 hingga 70.000. Kemudian mereka jual dipasaran harga Rp 135 sampai Rp 150.000, jadi untuk keuntungan mereka untuk 1 gas ini bisa mencapai Rp 65 hingga Rp 75.000. Makanya mereka sangat tergiur dengan keuntungan yang cukup besar tersebut," kata Ganis di Jalan Mabes TNI Delta 5, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (22/1).