BREAKINGNEWS.CO.ID – Kepala operasi penyelamatan remaja yang terjebak di dalam gua Tham Luang, Thailand, Narongsak Osottanakorn mengatakan bahwa kompleks Gua Tham Luang, Chiang Rai, akan dijadikan museum untuk mengenang misi penyelamatan dramatis 12 anak remaja yang sempat terperangkap selama dua pekan di sana.

"Daerah ini akan menjadi museum hidup untuk menunjukkan bagaimana operasi penyelamatan dilakukan," kata Kepala operasi penyelamatan, Narongsak Osottanakorn, dalam jumpa pers, Kamis (12/7/2018). "Basis data interaktif akan disiapkan. Ini akan menjadi daya tarik wisata utama Thailand."

Pejabat Thailand menuturkan tragedi ini memberikan hikmah bagi pemerintah untuk memprioritaskan perbaikan fasilitas dan keamanan gua. Sejumlah rencana juga disebut telah digagas untuk mengembangkan situs yang berbatasan langsung dengan Myanmar tersebut untuk menjadi tujuan utama wisata.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha memperingatkan agar pengamanan ekstra diterapkan di dalam serta luar gua untuk melindungi para turis yang berkunjung. Dilansir Reuters, sebuah buku panduan wisata menggambarkan Gua Tham Luang memiliki "gerbang yang sangatlah mengesankan" dengan medan jalan yang dipenuhi ruangan-ruangan berdinding batu.

Warga lokal menganggap gua berkedalaman 600 meter di bawah permukaan tanah itu sebagai wilayah yang rawan banjir. Sebagian masyarakat sudah lama mendesak pemerintah lokal lebih memperhatikan sistem keamanan di gua itu, salah satunya memperjelas aturan berkunjung dan tanda peringatan. Walaupun demikian, wakil Direktur Jenderal Departemen Taman Nasional, Satwa Liar, dan Konservasi Tanaman, Thailand Chongklai Worapongsathorn, menuturkan Gua Tham Luang tersebut akan ditutup untuk sementara mulai Kamis (12/7). Dia mengatakan ada rencana "untuk menghidupkan kembali" kompleks gua yang memiliki panjang sekitar 6-8 kilometer itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak dua belas remaja dari anggota tim sepak bola Thailand beserta pelatihnya terjebak di gua Thuam Luang, Chiang Rai, Thailand selama dua pekan, Kisah mereka telah meresahkan Thailand dan seluruh dunia. Sementara pihak berwenang pun mengalami kesulitan untuk melakukan penyelamatan. Pasalnya sangat sulit untuk mencari jalan keluar bagi anak-anak ini. Untuk keluar, mereka harus melalui jalur berliku, sempit, serta bergerigi. Sementara tempat-tempat lainnya benar-benar terendam banjir.

Pemerintah Thailand bersama tim penyelamatan mengambil keputusan untuk melubangi tanah gunung menuju gua Tham Luang dengan menggunakan lebih dari 11 bor pada Sabtu (7/7) guna menyelamatkan mereka dengan selamat.