JAKARTA---Target lembaga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memulihkan sakit penderita katarak di Maluku sekaligus membebaskan masyarakat provinsi ini dari lepas dari sakit yang mengganggu penglihatan itu,  kian mendekati kenyataan.  Optimisme itu muncul setelah operasi masal yang diikuti tidak kurang dari 350 orang  penderita katarak dari kelompok dhuafa berjalan dengan sukses. Ratusan peserta itu merupakan saringan dari 1000 peserta yang mendaftar dan lolos screening penyelenggara.

Kegiatan sosial  yang berlangsung pada Rabu (7/3/2018) lalu ini dibuka secara resmi oleh Ketua Baznas Prof Dr Bambang Sudibyo, MBA, CA dan disaksikan Gubernur Maluku Utara ,Abdul Ghani Kasuba. "Alhamdulillah, operasi katarak massal di Kota Ternate yang diikuti oleh 350 pasien penderita katarak berlangsung lancar, sukses dan meriah," ujar Ketua Baznas Prof Dr Bambang Sudibyo, MBA, CA.

Mantan Menteri Pendidikan Nasional ini, memaparkan, program tersebut diharapkan bisa menjadi contoh penyaluran zakat yang baik, transparan dan akuntabel, sehingga bisa ditiru oleh Baznas propinsi, kabupaten/kota dan lembaga amil, zakat (LAZ). "Program ini bisa kita aplikasikan di daerah yang sama dan daerah lain di seluruh Indonesia dan menjadi benchmark mengenai penyaluran zakat yang baik," tutur Bambang.

Namun menurut mantan Menteri Keuangan  ini, yang terpenting dalam program ini adalah sinergi antara Baznas, LAZ nasional dan daerah, maupun dengan lembaga-lembaga masyarakat lain dan juga pemerintah daerah di seluruh Tanah Air dalam penyaluran zakat yang baik, transparan dan akuntabel.

Tagline "Maluku Indah Bebas Katarak", tambah Bambang, adalah impian orang Maluku Utara. Tetapi menurut dia, bukan berarti Malut bebas katarak  saja, tapi juga bebas dari kanker prostat, kanker serviks, bebas dari TBC, dan bebas dari berbagai macam penyakit yang lain."Untuk kali ini kita mencoba satu per satu menangani persoalan katarak dan  kita lakukan secara massal," kata dia menandaskan.

Bambang menyebutkan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai lanjutan kerja sama BAZNAS dengan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) yang telah dilaksanakan di Provinsi Papua Barat. "Bakti sosial operasi katarak ini, secara besar-besaran digelar di Provinsi Malut, karena menurut data kami, penderita katarak marak di wilayah tersebut,” ucap Bambang.

Menurut dia, BAZNAS menyiapkan anggaran Rp 738.350.000 untuk kegiatan akbar tersebut. “Ini bertujuan untuk menurunkan angka kebutaan yang diakibatkan oleh penyakit katarak, meningkatkan harapan hidup dan produktivitas masyarakat,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Rumah Sehat BAZNAS Indonesia (RSBI), dr. Meizi Fachrizal Ahmad, M.Si, memaparkan, katarak antara lain disebabkan oleh faktor genetik atau diabetes mellitus.  “Jumlah penderita katarak di Indonesia mencapai sebesar 1,5 persen per dua juta penduduk. Kondisi tersebut menjadikan  240.000 orang di negeri ini terancam mengalami kebutaan akibat katarak,” kata dr. Fachri.