BREAKINGNEWS.CO.ID – Bomber Chelsea, Olivier Giroud telah menepis rumor tentang dirinya yang dikabarkan ingin kembali merumput dengan salah satu klub Prancis. Di usianya yang akan memasuki 32 tahun pada September 2018 nanti, Giroud merasa jika ia masih cocok untuk tampil di ajang Premier League.

Belakangan ini, beberapa media di Prancis memang ramai memberitakan jika striker yang berhasil membawa tim nasional Prancis menjadi juara Piala Dunia Rusia 2018 kemarin, akan segera mudik ke Ligue1. Hal ini dikarenakan manajer baru The Blues, Maurizio Sarri yang ditenggarai tidak sukda dengan tipe striker seperti Giroud.

Saat ini, Olympique Marseille yang tengah merencanakan kebangkitan di tangan pelatih Rudi Garcia dikabarkan telah mengirimkan ajakan untuk bernegosiasi dengan Giroud. Dengan kontrak Giroud yang hanya sampai Juni 2019, makin membuat Marseille tertarik mengejar eks pemain Arsenal tersebut.

“Aku sudah mendengar banyak hal tentang apa yang jurnalis bicarakan tentangku. Untuk sementara ini aku belum punya rencana untuk kembali ke Prancis. Sekarang aku adalah penggawa Chelsea,” ungkap Giroud seperti dilansir dari Le Dauphine.

“Secara fisik aku merasa tidak menua. Aku masih muda dan tidak ada yang bisa menghalangiku. Di tim nasional saja aku belum punya rencana untuk gantung sepatu,” jelasnya.

“Aku senang bisa membuat publik Prancis bangga dengan Piala Dunia. Kami sadar jika trofi itu akan berefek bagi banyak orang. Banyak sekali kenangan yang tersimpan,” tegas Giroud.

Layaknya seperti sebagian besar pesepakbola profesional asal Prancis, Giroud juga memulai kariernya dari tim-tim lokal kecil. Ketika masih muda, pemain bertubuh jangkung ini memulai petualangannya bersama kesebelasan yang kini berkiprah di Ligue 2, yakni Grenoble dan Tours.

Kesuksesan Giroud di kasta teratas baru hadir ketika Montpellier merekrutnya dengan mahar 2 juta Euro (Rp33,4 miliar) pada musim panas 2010 silam. Selama dua tahun membela Montpellier, Giroud sudah bisa tampil 85 kali dan mengemas 39 gol.

Tidak hanya itu, Giroud juga sukses mengantarkan Montpellier menjuarai Ligue 1 di musim terakhirnya di sana, meski saat itu Paris Saint-Germain sudah diakusisi oleh Qatar Sports Invenstments. Ia bahkan merebut gelar pencetak gol terbanyak dengan torehan 21 gol, mengalahkan Eden Hazard (20) dan Pierre-Emerick Aubameyang (16).