JAKARTA-- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut suku bunga kredit perbankan baru akan turun pada awal 2018, tidak bisa otomatis mengikuti suku bunga acuan  Bank Indonesia yang susut 25 basis poin Agustus lalu.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, pemangkasan suku bunga acuan menjadi 4,5 persen oleh Bank Indonesia pertama kali akan mempengaruhi penurunan suku bunga deposito. "Kalau deposito suku bunga diubah setelah jatuh tempo, paling cepat setelah satu bulan," ucap Wimboh, Jumat (8/9/2017).

Selanjutnya, perubahan suku bunga deposito juga bisa menghabiskan waktu hingga enam bulan. Baru setelah itu, pada saat bersamaan, jangka waktu perubahan suku bunga kredit akan berjalan  minimal enam bulan dari penurunan suku bunga deposito.

Bila perbankan bisa menurunkan suku bunga deposito langsung satu bulan pada September, maka penurunan suku bunga kredit paling cepat terjadi pada Maret 2018. "Jangka waktunya enam bulan untuk ditransmisikan ke suku bunga kredit," sambung Wimboh.

Wimboh menyebutkan, penurunan suku bunga kredit juga tidak bisa dilakukan langsung meski suku bunga deposito telah turun. Kendati demikian, perkembangan suku bunga kredit akan terus dipantau oleh OJK. "Ada beberapa faktor suku bunga kredit, misalnya berapa overhead, profit margin, dan premi risiko. Itu jadi komponennya," papar Wimboh.

 Meski begitu,   OJK tetap optimis pertumbuhan kredit hingga akhir tahun ini dapat menyentuh 11 persen. Target itu sebenarnya turun dibandingkan target awal tahun yang mencapai 13 persen. "Revisi ini karena banyak kredit yang dihapus sehingga pertumbuhan kredit menutup yang dihapus saja," terang Wimb