BREAKINGNEWS.CO.ID-Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) yang dipimpin Komisaris Jenderal Polisi (Purn), Drs Oegroseno, SH, terus menerus mengirimkan tim tenis meja nasional ke berbagai negara untuk mengikuti berbagai event global, seperti kejuaraan dunia,  Asia, dan Asia Tenggara. Niatnya untuk membangun prestasi tenis meja Indonesia tak perlu diragukan lagi.

Demikian berapi-api tekadnya,  berharap bisa 'ngebut' dalam upayanya membangun sebuah 'menara prestasi'  dalam waktu semalam. Mantan wakapolri tak pernah berhenti berharap dapat meningkatkan prestasi petenis meja nasional agar bisa cepat sejajar dengan negara-negara kuat tenis meja dunia, seperti Cina, Jepang, dan Korea dari kawasan Asia.

Tercatat jika di tahun 2017 dan 2018 ini paling banyak jumlah pengiriman atlet ke berbagai turnamen global. PP PTMSI pimpinan Oegroseno juga membentuk tim nasional tenis meja yang akan diterjunkan ke ajang Asian Games XVIII/2018 di Jakarta. Belasan atlet menjalani pelatihan di Cina. Mereka juga menjalani try-out dengan mengikuti berbagai kejuaraan yang masuk seri kejuaraan dunia, termasuk ITTF Tour di Halmstaad, Swedia. Di event itu tim putri menuai prestasi paling membanggakan dengan menempati peringkat pertama kompetisi Divisi III. Capaian prestasi membuat tim putri Indonesia mendapat promosi untuk tampil di Divisi II pada kejuaraan berikutnya.

Yang terbaru PP PTMSI memberangkatkan sebanyak 14 atletnya ke Kejuaraan Yunior dan Kadet pada Kejuaraan Tenis Meja Asia Tenggara (SEATTA) yang digelar di Manila, Filipina. Ke-14 atlet yang dikompetisikan pada SEATTA ke-24 dan digelar 3-9 Juli di Manila, Filipina, tersebut merupkan hasil seleksi nasional di Kudus, Juni lalu,  Ke-14 pemain tersebut terdiri dari empat pemain yunior putra, empat yunior putri serta masing-masing tiga kadet putra dan putri.

Empat pemain yunior putra adalah Irfan Sumarta (DKI Jaya), I Made Galung (Bali), Faisal Rendi (Jateng), Rizky Cahaya (Jabar), empat yunior putri Astrid (Sulut), Putri Deni (Jateng), Alista (Banten), Nenny Virginia (Jateng). Di kelompok kadet, tiga  pemain putra Hafid (Jateng), Tomi Sapto (Sumbar), Rafanael (DKI Jaya), sementara tiga kadet putri Siti Aminah (Jatim), Dwi Octaviani (Jatim), dan Ana Donggio (Gorontalo). Ofisial yang mendampingi, Sugeng Utomo Soewindo (manajer), dengan tiga pelatih yakni Freddy, Henny dan Anang.

Dalam pengiriman pemain dan tim ke event mancanegara tersebut Oegroseno terkesan berjuang sendiri. Keberangkatan pemain dan tim ke luar negeri tak selalu mendapat bantuan dana dari pemerintah, misalnya Kemenpora. Oegroseno bersyukur  masih memperoleh donasi dari relasi baiknya, mereka yang memberikan dukungannya karena ingin melihat tenis meja Indonesia bisa lebih baik lagi kedepannya. Itu seiring sejalan dengan misi Oegroseno.

"Kita sama-sama berharap bagaimana kedepannya kemampuan petenis meja nasional bisa sejajar dengan pemain-pemain dari negara-negara yang punya tradisi prestasi tingkat dunia, seperti Cina,  Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, Rusia, Belarus, India, Belanda, dan beberapa negara lainnya di Kejuaraan tenis meja di Busan Korea Selatan Tahun 2020. Itu target besar kita. Masih ada dua tahun lagi untuk sampai kesana," papar Oegroseno.

"Kalau kita mau serius bisa  koq," tegasnya.