BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono menegaskan, segala macam bentuk persekusi melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Hal tersebut dikatakan Dave menanggapi peristiwa dugaan persekusi yang dialami oleh Mantan Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nusron Wahid. Peristiwa yang videonya kini viral itu diduga terjadi di Masjid Luar Batang, Jakarta.
 
"Jangan kita menghakimi orang dengan semau-mau kita karena itu pidana. Untung Pak Nusron tidak sampai terluka. Kalau sampai terluka dan mendapat luka itu orang bisa dikenakan pidana," ujar Dave di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/10/2018). Untungnya kata Dave, para pelaku persekusi tersebut tak dipidanakan oleh korban. Dalam hal ini, korban masih bijak dalam menanggapi situasi tersebut. 
 
"Sebenarnya dengan saat kemarin itu dia bisa dipidanakan. Yntung Pak Nusron lebih bijaklah menanggapi situasi-situasi tersebut. Kita minta aparatur keamanan untuk bertindak adil atas kasus yang kemarin itu juga di Garut itu," tegasnya. 
 
"Aparat keamanan dan penegak hukum harus bertindak adil, membongkar, menangkap dan memproses dan juga untuk semua pejabat keamanan harus memastikan jangan sampai ada hal persekusi. Karena persekusi hampir sama dengan bulying online, menyerang orang hanya karena beda pendapat, beda pandangan. Nah inilah yang di era demokrasi hari ini," tegasnya. 
 
Diberitakan Nusron diduga menjadi korban persekusi. Peristiwa yang videonya kini viral itu diduga terjadi di Masjid Luar Batang, Jakarta. Nusron menuturkan, ia tiba di Masjid Luar Batang sekitar pukul 22.30 WIB. Tiba-tiba ada yang berteriak dengan mengatakan Indonesia butuh presiden baru di Pilpres 2019. "Tiba-tiba ada yang teriak 2019 ganti presiden. Saya tidak tanggapi dan langsung wudhu," ujar Nusron saat dihubungi, Jumat (26/10/2018).

Saat hendak salat pun massa menghardik Nusron dengan tudingan sebagai anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang sedang menyusup ke Masjid Luar Batang. Namun, Nusron tak mempedulikan teriakan massa. "Terus ada yang teriak Banser menyusup. Saya tetap masuk masjid untuk salat," kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) tersebut.

Usai salat, sekitar pukul 23.45 WIB, dirinya tiba-tiba dihadang sekolompok massa sambil membentangkan bendera bertuliskan kalimat Tauhid. Nusron tetap tidak menanggapinya. Bahkan untuk meredam aksi itu pengurus Masjid Luar Batang sampai ikut turun tangan. "Jadi, tiba-tiba di depan masjid mereka membentangkan bendera hitam bertuliskan Laa Illa Hailaillah yang kerap dipakai HTI, dan ada yang mengusir dan membubarkan kerumunan terus saya pulang," pungkas 

Dalam video berdurasi 18 detik itu Nusron Wahid tampak mengenakan gamis dan peci putih. Terlihat pula salah satu remaja memamerkan bendera bertuliskan kalimat Tauhid. Bahkan terlihat ada lemparan air yang mengarah ke Nusron.

Massa pun terlihat mencoba mengadang Nusron Wahid. Banyak dari mereka berteriak-teriak. Namun, Nusron hanya tersenyum tidak memedulikan pengunjuk rasa yang dipenuhi emosi.