BREAKINGNEWS.CO.ID – Masyarakat Bone yang tersebar di seluruh Indonesia mendeklarasikan pembentukan Forum Komunikasi Masyarakat Bone Raya (FK-MBR) di Jakarta, pekan lalu. Salah satu tokoh senior Bone, HAM Nurdin Halid didaulat menjadi ketua umum FK-MBR untuk kali pertama.

Teks deklarasi dibacakan oleh Andi Kasman Makkuaseng, salah seorang tokoh masyarakat Bone yang tinggal di Jakarta. Tak kurang dari 80 orang menghadiri acara deklarasi yang merupakan perwakilan dari beberapa daerah di Indonesia seperti Kalimantan Tengah, Riau, Yogyakarta, Banten, Papua, Batam, dan Jakarta.

“Ini peristiwa bersejarah. Kami berkumpul untuk menyatukan semangat dan tekad  memperkuat tali silaturahmi di antara warga Bone di perantauan. Forum Komunikasi ini juga menyepakati untuk memperjuangkan terbentuknya Propinsi Bone Raya,” ujar Andi Kasman, ketua penyelenggara acara Deklarasi.

Sebelum deklarasi dibacakan, Andi Kasman memberi kesempatan kepada perwakilan daerah yang hadir untuk menyampaikan pandangan mereka.  Usai mendengar pandangan peserta, dalam sambutannya  Andi Kasman menanyakan kepada peserta yang hadir tentang pencalonan Nurdin Halid sebagai ketua umum FK-MBR.

“Sebelum membacakan naskah deklarasi, saya ingin menanyakan apakah kita semua di forum ini sepakat mendaulat Bapak Nurdin Halid sebagai ketua umum?” tanya Andi Kasman. Serentak, seluruh peserta menjawab: “Setuju!” .

Andi Kasman menegaskan bahwa pembentukan FK-MBR bukan  bermaksud memecah-belah masyarakat Bone diaspora. FK-MBR adalah wadah kerukunan warga Bone diaspora yang kedua setelah KKMB atau Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone.

"Forum komunikasi yang terbentuk justru memenuhi kebutuhan masyarakat Bone perantauan yang jumlahnya sangat besar dan hidup  tersebar di berbagai pelosok Nusantara," ungkap Andi Kasman.

A. Latif Tekke, perwakilan dari Batam dan Kepulauan Riau, menyambut baik pembentukan FK-MBR ini. “Ini langkah maju bagi masyarakat Bone di perantauan, dan bukan wadah saingan KKMB yang sudah ada. Masyarakat Bone perantauan kini punya pilihan, bisa aktif di KKMB dan bisa aktif di FK-KMB. Bisa juga aktif di kedua wadah kerukunan itu,” ujar Latif Tekke.

Rumah Kedua

Nurdin Halid menyambut baik pembentukan FK-MBR ini. Menurutnya, FK-MBR seperti halnya KKMB, sejatinya adalah wadah kekeluargaan masyarakat Bone, dan bukan organisasi politik. Nurdin Halid meminta peserta deklarasi FK-MBR agar mengedepankan semangat kebersamaan dan kerukunan, bukan semangat persaingan untuk menang-menangan.

“Seperti halnya KKMB, visi dan misi FK-MBR ini pun sangat luhur yaitu menyatukan dan memperkuat tali persaudaraan sesama warga Bone yang tersebar di seluruh Nusantara, bahkan di luar negeri. Ini bukan organisasi politik. Karena itu, saya setuju pembentukan Forum Komunikasi ini sebagai wadah membangun kebersamaan dan kekeluargaan. Jangan sekali-kali dipakai sebagai alat politik,” ungkap Nurdin Halid.