BREAKINGNEWS.CO.ID - Nurdin Halid merasa tersanjung atas penunjukan dirinya sebagai Ketua Umum FK-MBR, pekan lalu di Jakarta. Politisi senior Partai Golkar itu bercerita bahwa dirinya menerima amanah tersebut karena terpanggil untuk menjaga keutuhan dan kerukunan warga Bone perantauan.

Demi kebersamaan dan kerukunan di antara keluarga besar Bone perantauan, Nurdin Halid tidak melarang para deklarator dan pengurus FK-MBR untuk tetap aktif di KKM Bone. Ia mengakui bahwa dirinya adalah keluarga besar KKM Bone juga, bahkan pernah menjadi bendahara di era Alm. Andi Galib sebagai Ketua Umum KKM-Bone.

“Ini dua rumah berbeda. Tapi, kedua rumah itu sama-sama rumah kita. Mari kita rawat keduanya dengan baik. Sebab, prinsip kita cuma satu: masyarakat Bone di seluruh Nusantara, bahkan yang di luar negeri, bersatu membangun kebersamaan di tanah rantau maupun bersatu untuk ikut membangun tanah leluhur kita, Bone,” ujar Nurdin Halid.

Senada dengan Nurdin, perwakilan dari Kalteng Muhammad Hasbi mengharapkan FK-MBR menjadi wadah alternatif yang konstruktif dan produktif bagi masyarakat Bone perantauan. “Ini kapal baru yang akan berlayar di seluruh Nusantara. Kita juga dipersilakan berlayar di kapal yang lama, KKM Bone. Dua kapal ini berlayar saling mendukung dalam mengarungi lautan Nusantara yang luas,” ujar Muhammad Hasbi.

Lebih jauh, Nurdin Halid mengakui mau menerima kepercayaan peserta deklarasi sebagai ketua umum FK-MBR karena ingin merawat kebersamaan dan kekeluargaan masyarakat diaspora Bone yang tersebar di seluruh Indonesia. "Ini juga kesempatan bagi saya untuk bersama warga Bone perantauan mengangkat kembali keluhuran budaya dan kebesaran sejarah Bugis Bone sebagai suku bangsa bahari," kata Nurdin.

Soal kepemimpinan Nurdin Halid, tokoh Bone lainnya yang hadir, HM. Yusuf Daeng sangat yakin FK-MBR ini berkembang menjadi wadah pemersatu sekaligus wadah perjuangan warga Bone diaspora untuk tanah leluhur.

“Saya sangat setuju para peserta meminta Pak Nurdin memimpin organisasi kerukunan ini. Sebab, saya sudah mengenal lama Pak Nurdin. Saya tahu persis kemampuannya berorganisasi. Dia sangat berpegang teguh pada komitmen,” ujar Yusuf Daeng, Doktor Hukum Pidana dari Universitas Trisakti ini.

Alwiyah Ahmad, salah satu deklarator, menilai Nurdin Halid adalah sosok yang tepat untuk memimpin FK-MBR saat ini. Di mata aktivis LSM Anti-narkoba khusus anak-anak di bawah umur ini, Nurdin Halid adalah salah satu tokoh senior Bone yang sukses dalam setiap organisasi tingkat nasional yang dipimpinnya, terutama ketika menjadi Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia, Ketua Umum PSSI, dan Ketua Harian Partai Golkar.

“Karena itu, saya sangat yakin Pak Nurdin Halid mampu menjadi pelindung dan pengayom wadah kerukunan warga Bone diaspora ini. Apalagi, secara ekonomi dan ketokohan Pak Nurdin sudah mapan sehingga saya yakin beliau tidak punya kepentingan apa pun dengan wadah kerukunan ini,” ujar Alwiyah.