BREAKINGNEWS.CO.ID –  Munas Alim Ulama  PB NU memutuskan  haram terhadap  praktek Money Game yang mengandung unsur tipu muslihat serta syarat yang menyalahi prinsip akad dan motivasi transaksi yang diiming-imingi bonus. Munas yang berlangsung di di Kota Banjar tanggal 26 - 28 Februari 2019 itu tidak mengharamkan praktik Multi Level Marketing sebagaimana yang dikutip tidak secara utuh oleh sejumlah media massa yang menyebut pengharaman praktek MLM sebagaimana yang diperbolehkan oleh pemerintah.

Menurut  Wakil Ketua Umum Asosiasi perusahaan Penjualan Langsung Indonesia (AP2LI)  Dr. Ilyas Indra,   ada sejumlah media yang memberitakan tersebut tidak mengambil seutuhhnya laporan hasil munas Alim Ulama PB NU, Karena setelah membaca hasil kesimpulan keseluruhan munas Alim ulama PB NU redaksinya masuk dalam  yakni Money Game dengan sistem MLM (Multi Level Marketing) yang mengandung unsur tipu muslihat (ghoror) dan syarat yang menyalahi prinsip akad dan motivasi transaksinya berupa bonus, bukan barang hukumnya haram.

“Jadi kesimpulanya bahwa yang diharamkan adalah Money Game dengan sistem MLM yang mengandung unsur tipu muslihat atau  Ghoror dan syarat yang menyalahi prinsip akad serta motivasi transaksi berupa bonus dan bukan barang, jadi bukan MLM nya dinyatakan haram tetapi money game,”katanya Ilyas Indra seperti rilis yang diterima redaksi Breakingnews.co.id di Jakarta,  Jumat (1/3/2019)

“Jika yang dimaksud oleh Rekomendasi Munas Alim Ulama PB NU adalah yang diharamkan Money Game tentu kami sebagai Asosiasi Penjualan Langsung dengan puluhan anggota Perusahaan MLM setuju, karena hal tersebut menyalahi bisnis Penjualan Langsung yang memiliki sistem berbeda dengan money game, ada transaksi akad serta produk yang jelas.”

Dirinya menegaskan bahwa hasil munas Alim ulama tersebut sejalan dengan beberapa  Fatwa MUI deangan beberapa Perusahaan yang berhimpun di AP2LI dengan sistem MLM Syariah rekomendasi dari DSN MUI.

Hal senada juga disampaikan oleh Dr (C) M. Ansori, SH.MH.MM Wakil Ketua LBH NU yang menegaskan bahwa, “Sesuai dengan hasil Munas Ulama PB NU yang dibaca bahwa yang diharamkan adalah Money Game yang menggunakan sistem MLM yang mengandung unsur tipu muslihat,”kata Ansori.

Ansori menambahkan bahwa Jika  MLM yang menjalankan sistem sudah benar apalagi Perusahaan MLM yang sudah menggunakan sistem syariah tentu tidak ada masalah karena rekomendasi munas tersebut untuk kemaslahatan masyarakat dan Perusahaan yang ada produknya, produknya berguna bagi masyarakat tentu itu juga sejalan dengan kemaslahatan umat pungkasnya.