BREAKINGNEWS.CO.ID - Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto hadir menjadi saksi atas terdakwa kasus korupsi pembangunan PLTU Riau 1, Idrus Marham di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Dalam keterangannya, Novanto mengatakan  kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahwa dirinya mengaku mengenalkan pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo kepada Direktur Utama PLN, Sofyan Basir dan Komisi VII DPR RI. Terkait dengan peran Eni Maulani Saragih, Novanto mengatakan jika saat itu yang ada Eni sebagai Wakil Ketua Komisi VII.

"Ya benar, Pak Kotjo waktu itu datang ke kantor saya. Saya juga memperkenalkan Pak Kotjo dengan Pak Sofyan dan Komisi VII. Saat itu adanya Wakil Ketua, Ibu Eni karena ketuanya nggak ada, lalu saya persilahkan ngobrol dan saya tinggalin. Karena saya juga banyak tamu," kata Novanto saat memberikan keterangannya, Selasa (19/2/2019). "Itu kalau nggak salah tahun 2016," sambungnya.

Novanto juga menjelaskan, dirinya saat itu tidak pernah memerintahkan Eni untuk menanyakan apa-apa. Menurutnya, dirinya hanya mempersilahkan antara Eni dan Kotko untuk mengobrol. Ia juga mengaku jika saat itu Novanto langsung meninggalkan keduanya karena masih ada tamu lain yang harus ditemui.

"Ya saya cuma persilahkan ngobrol-ngobrol dengan Pak Kotjo. Jadi karena saya ada tamu, saya tinggal. Saya tidak bicara Eni fasilitasi Kotjo dengan PLN. Saya kenal Pak Kotjo sudah puluhan tahun," ujarnya. "Setahu saya Pak Kotjo perusaannya soal tambang dan textil. Saya tidak memiliki saham di perusahaan Pak Kotjo," imbuh Novanto.

Dirinya mengaku jika ia tidak pernah meminta Eni untuk meminta Sofyan datang ke kediamannya sebelumnya. Namun setelahnya, kata Novanto, ia pernah bertemu dengan Sofyan di lokasi lain. Saat itu, kata Novanto, dirinya hanya menanyakan soal PLTU di Pulau Jawa.

"Pernah bertemu dengan Sofyan Basir sekali di rumah. Ada eni. Jadi pertemuan seminggu sebelumnya ketemu Sofyan di ..... dan saya juga menayankan soal PLTU di Jawa. Saya dapat info dari Komisi VII ada pembatalan kerjasama dengan Cina. Sofyan beralasan karena PLN bisa bekerja sendiri," terang mantan Ketua Umum Partai Golkar itu. "Kalau tidak salah Pak Sofyan itu bertemu dengan saya dulu. Saya sedikit lupa. Tapi waktu itu tidak pernah menanyakan apa-apa," tegasnya.

Selain itu, dirinya juga mengaku tidak pernah mengatakan kepada Sofyan jika ada teman yang berminat berpartisipasi dalam pembangunan PLTU Riau 1.

"Nggak ada. Saya cuma nanya soal PLTU Jawa saja," sebut Novanto. "Kata sofyan begitu?" tanya Jaksa. "Nggak ada, waktu saya nanya soal PLTU di Jawa saja. Untuk luar Pulau Jawa saya belum ada pembicaraan itu," kata Setnov kembali menegaskan.

"Pertemuan hanya sekali itu. Kapasitas Ibu Eni hadir disitu saya rasa Eni di Komisi VII ya. Tapi sebelumnya Pak Sofyan memang ingin bertemu dengan saya. Soal Eni, mungkin karena saya sebagai ketua Fraksi Golkar mungkin berinisiatif menemani saya. Saya liat Eni aktif dan saya juga kenal baik," tandasnya.