BREAKINGNEWS.CO.ID - Kontingen Indonesia berhasil menambah medali perak pada hari kedelapan Asian Games. Pada Minggu (26/8/2018), malam, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, pelari gawang Indonesia, Emilia Nova, berhasil mempersembahkan medali perak.

Emilia memiliki catatan waktu 13,33 detik. Itu merupakan catatan waktu terbaik Emilia Nova. Atlet berusia 23 tahun itu hanya tertinggal 0,13 detik dari pelari Korea Selatan, Hye Lim-jung, yang meraih medali emas. Sementara itu, medali perunggu diraih pelari Hong Kong, Lai Yiu Lui.

Emilia memiliki catatan waktu 13,33 detik (Foto: Dok.inasgoc)

Dia tertinggal 0,22 detik dari Hye Lim-jung. Raihan medali perak Asian Games 2018 menjadi pencapaian terbaik Emilia Nova. Akan tetapi, Emilia Nova masih gagal memecahkan rekor nasional lari gawang Indonesia. Saat ini, rekor tersebut masih dimiliki Dedeh Erawati dengan catatan waktu 13,18 detik.

Zohri Finis Ketujuh

Harapan Indonesia untuk mendulang emas di nomor 100 meter putra pupus sudah. Sprinter andalan Indonesia, Lalu Muhammad Zohri gagal finis tercepat. Pelari 18 tahun tersebut, di urutan ketujuh. Adapun medali emas diraih oleh sprinter China, Su Bingtian dengan catatan waktu 9,92 detik. Itu merupakan rekor baru di Asian Games 2018.

Ia memecahkan rekor lebih cepat 0,01 detik dibandingkan torehan Femi Seun Ugonode asal Qatar di Asian Games 2014. Ogunode sendiri sukses meraih medali perak di Asian Games 2018. Peringkat ketiga diraih sprinter jepang, Ryota Yamagata dengan catatan waktu 10.00 detik.

Bagi Zohri, meski finis di urutan ketujuh, Lalu Zohri sudah memecahkan catatan pribadi dengan waktu 20,20 detik. Itu lebih cepat lima detik dari catatan waktu ketika ia meraih juara di Kejuaraan Atletik Junior Dunia di Tampere, Finlandia, beberapa waktu lalu.

Lalu Muhammad Zohri gagal finis tercepat (Foto: Dok.inasgoc)

Sebelumnya, Lalu Zohri lolos ke final 100 meter putra Asian Games 2018 setelah finis kedua pada semifinal pertama. Pelari asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu mencatatkan waktu terbaik pribadi pada semifinal dengan catatan waktu 10,24 detik. Sprinter 18 tahun itu finis di belakang atlet asal Arab Saudi Mohammed Abdullah Abkar dengan catatan waktu 10,21 detik.