BREAKINGNEWS.CO.ID -  Di Kuantan Singingi (Kuansing), Festival Pacu Jalur adalah event yang sangat dinantikan. Buat wisatawan, selain menikmati lomba adu cepat perahu kayu ada pilihan destinasi untuk dikunjungi. Yang direkomendasikan adalah air terjun. Kuansing memiliki banyak pilihan. Tercatat terdapat sekitar 23 air terjun disekitar Kuansing, Riau.

Menurut Wakil Bupati Kuansing H Halim, air terjun yang ditawarkan unik dan menarik. “Wilayah Kuansing memang memiliki banyak destinasi berupa air terjun. Karakternya berbeda dari tiap spotnya. Yang jelas, sangat indah. Apalagi, alam dan lingkungan sekitarnya sangat alami. Dijamin ada banyak kesegaran yang bisa dirasakan wisatawan bila berkunuung ke sana,” ungkap Halim, Senin (19/8/2019).

Kuantan Singingi memiliki 7 air terjun. Yaitu l Air Terjun Hulu Lombu, Sikonda, dan Simacan. Ada juga Lombu Joniah, Ongau, Air Keruh, hingga Sungai Tangko. Sebagai gambaran, Air Terjun Hulu Lombu memiliki ketinggian 30 Meter. Posisi air terjun tersebut berundak 2 dengan air jernih nan sejuk.

Keunikan lain ditawarkan Air Terjun Simacan dengan beragam hiasan akar pohon di sekitarnya. Spot ini jadi favorit untuk berenang dengan kolam besar di bawahnya. Surga tersembunyi juga ditawarkan Air Terjun Ongau. Lokasinya berada di Pendakian 700, Muara Lembu, Gunung Balai, Sengingi. Airnya jernih dengan bebatuan khas Kuainsing menjulang di sekitarnya.

“Selalu ada kejutan dari setiap destinasi di Indonesia. Kuansing memang menjadi ‘rumah’ bagi beragam air terjun. Alamnya sangat asri. Udaranya sudah pasti menyegarkan. Kami rekomendasikan air terjun ini untuk diekplorasi saat wisatawan berada di Festival Pacu Jalur 2019,” terang Ketua Tim Pelaksana CoE Kemenpar Esthy Reko Astuty.

Sedangkan 6 air terjun berada di Kuantan Mudik. Sebut saja Guruh Gemurai, Mamughai Air Hitam, Sonsang, Patisoni, Batu Gajah, dan Sungai Hitam. Berada pada Desa Seberang Cangar, Air Terjun Patisoni memiliki keinggian 30 Meter dan terbagi dalam 3 tingkatan. Lebih unik lagi, spot ini memiliki goa.

Selain Patisoni, view indah juga ditawarkan Air Terjun Sungai Hitam. Lokasinya berada di Desa Kasang, dan berdekatan dengan Air Terjun Gurh Gemurai. Berada di kawasan hutan lindung Bukit Betabuh, Air Terjun Sungai Hitam memiliki ketinggian 30 Meter dan terbagi menjadi 2 tingkatan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menyatakan, air terjun menyajikan experience menarik. “Kuansing memiliki beragam destinasi wisata. Nuansa alamnya makin kaya dengan beragam air terjun yang dimilikinya. Apalagi, beberapa air terjun masih natural. Dengan komposisi seperti ini, kami yakin pariwisata Kuansing akan terus berkembang. Apalagi, Kuansing memiliki Festival Pacu Jalur yang bagus sebagai media branding,” kata Rizki.

Berada di Kuansing, wisatawan juga harus mengeksplorasi destinasi Hulu Kuantan. Sebab, wilayah ini memiliki koleksi 5 air terjun yang tidak kalah memikat. Ada Air Terjun Semburuh, Batang Koban, Batang Ogan, Anak Sungai Kandi, dan Anak Sungai Sako. Air Terjun Batang Koban bahkan menjadi ikon dari Hulu Kuantan. Sebab, air terjun ini memiliki 7 tingkatan. Aksesibilitasnya juga memadai.

“Dengan potensi alam Kuansing yang luar biasa, wisatawan bisa melakukan petualangan di sana. Jarak beberapa spot air terjun dengan venue Festival Pacu Jalur juga dekat. Jadi, silahkan datang ke sana. Area ini juga memiliki banyak kuliner khas sehingga bisa menjadi daya lain,” papar Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.

Koleksi deretan air terjun Kuansing dilengkapi oleh wilayah Singingi Hilir dan Pucuk Rantau. Singingi Hilir memiliki koleksi 3 air terjun, seperti Tasam Kiri-Kanan, Panguen, dan Pendakian Lubis. Adapun Pucuk Rantau menawarkan Air Terjun Dangku. Memiliki ketinggian 15 Meter, air terjun ini terlihat unik dengan batang kayu besar di bawahnya.

“Kami mengundang para traveller untuk datang ke Kuansing. Selain Festival Pacu Jalur 2019, destinasi ini memiliki banyak spot menarik. View yang ditawarkan oleh deretan air terjun di Kuansing sangat Instagramable. Siapkan saja kamera terbaik, lalu produksi konten kreatif sebanyaknya. Saat diunggah ke media sosial, pasti mendapat banyak pujian,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.