BREAKINGNEWS.CO.ID – Nokia akan segera mengadakan kerja sama strategis dengan operator Hutchinson Tri Indonesia demi meningkatkan efisiensi pada jaringan LTE.

Penggunaan solusi Spectral Performance Management dari Nokia ini dinilai mampu menghasilkan peningkatan efisiensi spektrum Tri Indonesia sebesar 17 persen, yang berarti lebih banyak layanan mobile broadband yang bisa diberikan bagi para pelanggan nantinya.

Tri Indonesia juga melihat jika para pelanggan milenialnya aktif menggunakan aplikasi dan membutuhkan bandwidth yang cukup tinggi seperti video dan game mobile. Karena pertumbuhan pelanggan dan traffic yang tinggi itulah operator harus bisa memanfaatkan sumber daya jaringan radio LTE tanpa menambahkan hardware, spektrum atau bahkan BTS baru.

Teknologi Spectral Performance Management Nokia ini diklaim memungkinkan Tri Indonesia  untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah pada kinerja jaringan. Analisis berbasis cloud Nokia AVA mampu menghasilkan rekomendasi otomatis yang meningkatkan efisiensi spektral dan membantu memprioritaskan investasi terhadap kapasitas tambahan.

Disamping itu, Nokia AVA juga diklaim mampu mengumpulkan, menyimpan serta menganalisis data dari berbagai sumber yang ada, termasuk data Minimization of Drive Test atau MDT.

Sebagai sebuah fitur 3GPP, MDT memungkinkan pengumpulan data performa dari Nokia dan vendor jaringan lainnya. Ini juga mampu memanfaatkan miliaran laporan pengukuran anonim yang dikirim oleh ponsel biasa.

Algoritma mesin pembelajaran, yang dikembangkan oleh Nokia Bell Labs ini juga mampu menganalisis data dan mengidentifikasi pola penggunaan dan perilaku jaringan untuk mendapatkan informasi yang sangat terperinci, insight dari level sub-cell mengenai kepadatan pelanggan, throughput pada aplikasi dan juga performa sinyal radio.

Analisis tingkat forensik ini bakal membantu insinyur jaringan memahami di mana kapasitas hampir habis, dan bagaimana seluruh data dapat ditingkatkan sambil memprediksi permintaan selanjutnya dari pelanggan.

“Operator seluler dari semua vendor menghadapi kenyataan yang sama: permintaan jaringan terus meningkat, tetapi spektrum yang tersedia umumnya tetap sama," ungkap Service Director for Global Telecom Technology and Software at GlobalData, John Byrne pada Kamis (8/11/2018).

"Akibatnya, mereka harus melakukan apa saja untuk mendapat lebih banyak kapasitas dan kinerja dari sumber yang sama. Artificial Intelligence berbasis analisis memainkan peran penting dalam memastikan kinerja jaringan yang kuat dan memaksimalkan efisiensi spektral,” pungkasnya.