Tokyo--Nissan ingin memperkenalkan taksi self-driving ke jalanan Jepang. Perusahaan tersebut mengumumkan pada Selasa (12/12/2017) bahwa pihaknya berencana untuk melakukan uji coba taksi otonom pada Maret 2018 di dekat kantor pusatnya di Yokohama.

Nissan (NSANF) akan menggunakan dua kendaraan listrik Leaf untuk uji coba taksi, yang merupakan yang pertama oleh produsen mobil besar Jepang. Begitu menjadi pelopor industri elektronik dan otomotif, Japan Inc. dipandang sebagai perusahaan AS yang tertinggal dalam pengembangan teknologi tanpa sopir.

Kendaraan Nissan akan dilengkapi dengan perangkat lunak, kamera dan sensor yang memungkinkan mereka menavigasi rute yang telah ditentukan sebelumnya. Seorang sopir cadangan akan duduk di kursi penumpang untuk mengawasi hal-hal selama tes berlangsung. Nissan meminta anggota masyarakat untuk menjadi relawan sebagai pengendara untuk persidangan.

Tes tersebut merupakan bagian dari platform baru yang Nissan sebut "Easy Ride." Sistem ini dirancang untuk memungkinkan pelanggan memesan taksi otonom dan membayar perjalanan melalui sebuah aplikasi. Nissan memiliki ambisi besar untuk mobil self-driving dan electric.

Ketua Carlos Ghosn mengatakan awal tahun ini bahwa perusahaan tersebut ingin mendapatkan layanan robo-taxi yang beroperasi pada tahun 2022. Dia juga ingin meningkatkan produksi kendaraan listrik. Pembuat mobil di A.S. utama juga telah bereksperimen dengan taksi robo.

General Motors mengatakan pekan lalu bahwa pihaknya bertujuan untuk menjalankan layanan taksi self-driving komersial pada awal 2019, yang akan menjadikannya sebagai produsen mobil tradisional pertama yang melakukannya.

Divisi penggerak mengemudi Google (GOOGL) Waymo mengatakan pada bulan November bahwa mereka merencanakan untuk mulai melakukan uji coba mengemudi tanpa sopir pengaman di Phoenix, Arizona, dalam beberapa bulan mendatang. Perusahaan yang mengincar Ride seperti Uber dan China Didi Chuxing juga menuangkan sumber daya ke dalam teknologi kendaraan otonom. 

Rencana Nissan adalah bagian dari kemitraannya dengan DeNA, sebuah perusahaan teknologi tinggi Jepang yang membantu Nintendo (NTDOF) membawa seri permainan video Super Mario yang populer ke smartphone. DeNA awal tahun ini menguji bus self-driving yang mengangkut orang tua Jepang di daerah pedesaan, menurut laporan.