BREAKINGNEWS.CO.ID – Pada minggu lalu, para investor seperti mendapat pukulan yang mengejutkan di mana nilai Bitcoin turun drastis, terendah semenjak Oktober 2017 lalu. Dan saat ini, nilai Bitcoin pun semakin terjun bebas.

Menurut laporan yang diberikan oleh CoinDesk, pada hari Minggu (25/11/2018) kemarin nilai Bitcoin semakin terperosok menyentuh harga terendah semenjak September 2017. Mata uang digital terbesar tersebut ditutup penjualannya dengan harga di bawah $4000 (Rp57,9 juta), dibandingkan $4951 (Rp71,6 juta) pada minggu sebelumnya.

Menurut data yang diberikan oleh CoinDesk, nilai Bitcoin menyentuh $3477.58 (Rp50,3 juta) pada hari minggu lalu, kehilangan nilainya sampai 32 persen. Padahal pada akhir tahun 2017 lalu, nilainya bisa mencapai $20 ribu (Rp289,5 juta), dan membuat mining cryptocurrency ini marak di kalangan masyarakat dan menjadi tren baru.

Ternyata selain Bitcoin, mata uang digital lain juga mengalami penurunan nilai yang cukup parah, sehingga tidak ada yang untung pada masa prahara ini. Beberapa mata uang lain, seperti XRP turun sebanyak 10,4 persen dari pembukaannya, begitu juga dengan Etherium yang jatuh sebanyak 7,5 persen. Sedangkan untuk Litecoin, mata uang digital ini turun nilainya sebanyak 6,7 persen menurut laporan dari CoinDesk.

Penutupan penjualan pada akhir minggu ini ternyata merupakan minggu anjlok terbesar semenjak April 2013 lalau, di mana pada saat itu Bitcoin turun sampai 44 persen. Tampaknya kenaikan yang begitu besar pada pertengahan November 2017 sampai Desember 2017, dari $6088.35 (Rp88,1 juta) menjadi $19326.49 (Rp279,7 juta)terindikasi karena adanya manipulasi pasar.

Selain itu, hal ini juga menjadi target penyelidikan oleh Justice Departement Amerika Serikat, untuk melihat apakah memang benar ada yang sengaja melakukan manipulasi tersebut untuk kepentingan pribadi.

Namun sepertinya terjun bebas nilai Bitcoin tersebut masih tetap tidak menggoyahkan keyakinan investor, sesuai dengan perkataan CEO dari firma penasehat finansial kepada CNN di awal minggu ini.